Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Setahun 1.600 Kasus Perceraian Terjadi di Kota Pekanbaru, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab

Joko Susilo • Senin, 21 Juli 2025 | 15:50 WIB
Kegiatan saat pengukuhan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekanbaru
Kegiatan saat pengukuhan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tengah geliat kota yang terus bertumbuh, Pekanbaru dihadapkan pada persoalan sosial yang tak kalah penting, tingginya angka perceraian. Dalam setahun, tercatat sekitar 1.600 kasus perceraian terjadi di Kota Bertuah, baik cerai talak maupun cerai gugat.

Sebagian besar di antaranya dipicu oleh persoalan ekonomi. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru.

Dalam sebuah acara pengukuhan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekanbaru, Kepala Kemenag sekaligus Penasehat BP4 Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyampaikan keprihatinannya.

Ia menegaskan pentingnya peran BP4 dalam menekan angka perceraian melalui langkah-langkah konkret. "BP4 yang baru saja dikukuhkan ini diharapkan tidak menunggu lama untuk bergerak. Kita semua ingin angka perceraian bisa ditekan," ujar Syahrul saat memberikan sambutan acara tersebut di aula kantor DPMPTSP Kota Pekanbaru.

Pengurus baru BP4 Pekanbaru kini dipimpin oleh Marzai sebagai ketua, dengan Suhardi Hasan sebagai sekretaris dan Haryati sebagai bendahara. Marzai menyatakan komitmennya untuk menjadikan lembaga ini sebagai wadah pencerahan dan pendampingan bagi pasangan suami istri maupun calon pengantin.

"Kami ingin BP4 menjadi bagian dari solusi. Ke depan, kami akan memberikan nasehat pernikahan, pembinaan serta konseling, tidak hanya bagi pasangan yang akan menikah, tetapi juga yang sudah menjalani pernikahan," jelas Marzai.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi titik balik dalam upaya menjaga keutuhan rumah tangga di Kota Pekanbaru. Dengan pendekatan yang lebih aktif dan berkesinambungan, BP4 bertekad untuk hadir di tengah masyarakat sebagai sahabat keluarga yang siap mendengar, membina, dan memberi harapan.
Karena pada akhirnya, keutuhan rumah tangga bukan hanya urusan dua insan, tapi juga tanggung jawab sosial demi masa depan generasi yang lebih kuat dan bahagia. (ilo)

Editor : M. Erizal
#BP4 #perceraian #kemenag pekanbaru #faktor ekonomi