Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berawal dari Buah Sukun, Oknum Marinir Diduga Aniaya Dua Warga di Pekanbaru, Satu Orang Akhirnya Meninggal

Soleh Saputra • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:52 WIB
Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dua warga sipil asal kota Pekanbaru, dengan inisial GS dan S diduga dianiaya seorang oknum marinir berinisial LM dengan pangkat Letnan Satu (Lettu). Dugaan penganiayaan itu terjadi di sebuah rumah yang berada di Jalan Kuantan Satu, Kecamatan Limapuluh, pada Jumat (15/8/2025) lalu.

Dalam video yang beredar, terlihat S dan GS telah bersimbah darah. Bahkan, setelah penganiayaan itu, keduanya diminta Lettu LM untuk membersihkan darah mereka yang mengotori rumahnya.

S (46) salah satu korban mengatakan, awalnya pada Jumat itu ia bersama GS sedang mengambil buah sukun yang telah jatuh, di tanah kosong yang tidak dimiliki orang. Setidaknya, ada 10 buah sukun yang diambil mereka.

 Baca Juga: Bupati Kasmarni Resmikan Ruang Rawat Inap Tahanan APH di RSUD Bengkalis

"Setelah itu ada warga datang dan menanyakan kenapa diambil buah itu. Ya, kami bilang itu kan gak ada yang punya, karena di tanah kosong, makanya kami kutip," cerita S.

Setelah itu, dilanjutkannya, tidak berapa lama datanglah terduga pelaku, yaitu Lettu LM. Tanpa basa-basi, Lettu LM langsung mengeluarkan senjata apinya sambil mengatakan 'jangan pergi kalian'.

"Dia (Lettu LM) saat itu ngomong jangan pergi kalian, terus langsung dikeluarkannya senpi. Terus dia ngomong, kalau gak saya tembak kalian," lanjut S menirukan omongan Lettu LM saat itu.

 Baca Juga: Peringati HUT Ke-80 RI di Rohul, MBI Riau Gelar Touring Kemerdekaan dengan Aksi Sosial

"Kami tidak bisa pergi. Ditahan terus di perjalanan, kepala kami dipukul pakai senpi sambil di arak ke rumahnya (Lettu LM). Di rumahnya itu, kami dihajarnya sampai si Gunawan bilang, abang saya juga ada anggota. Di situ dia emosi, langsung diambilnya cangkul, kawan itu (GS) sampai babak belur, tangan kawan itu sampai sobek-sobek karena kena cangkul, sampai kepala kami bengkak dihajarnya terus," sambungnya.

S menerangkan, bahwa buah sukun yang diambilnya bersama GS bukanlah milik Lettu LM. Namun, Lettu LM malah memperkarakan S dan GS dengan masalah lain.

"Tidak, buah itu bukan punya dia, buah itu di tanah kosong, sudah biasa diambil. Cuma diperkarakannya sepatu dinasnya hilang, AC-nya hilang. Jadi, kami dibilangnya yang nyuri. Padahal sudah kami bilang bukan kami yang curi," terang S.

 Baca Juga: Ribuan Pelajar, Masyarakat hingga Bupati Rohul Sambut Istimewa Bayu Wibisono, Ini Prestasi yang Diraih sang Qari

S menjelaskan, setelah dianiaya, dirinya bersama GS lalu dibawa ke Polsek Limapuluh. Selanjutnya, mereka dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diobati luka akibat penganiayaan yang dilakukan Lettu LM.

"Setelah dari RS Bhayangkara, kami dibawa kembali ke Polsek Limapuluh. Karena tidak ada laporan setelah 1×24 jam, kami diperbolehkan pulang," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada Jumat (22/8/2025), GS merasakan sakit di bagian kepalanya. Oleh keluarganya, langsung dilarikan ke RSUD Arifin Achmad.

"Dia (GS) meninggal di rumah sakit (RSUD Arifin Achmad). Katanya luka parah di bagian kepala," lanjut S.

Sementara itu, pengacara keluarga korban, Ahmad Zahri dari Kantor Hukum AZ dan Rekan menjelaskan, bahwa tindak pidana pencurian yang dituduhkan kepada kliennya oleh Lettu LM tidaklah memiliki dasar hukum. Pasalnya, tidak ada satu pun bukti yang menyatakan GS dan S melakukan pencurian.

Lebih lanjut ditambahkannya, dengan adanya peristiwa itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan POM Lanal Dumai untuk memproses Lettu LM secara hukum.

"Kami sudah koordinasi dengan Komandan POM Lanal di Dumai. Kami akan buat laporan resmi terkait dengan kejadian ini," tambahnya.

Terkait hal tersebut, Komandan POM Lanal Dumai Mayor L (PM) Syaparudin menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

"Kami masih dalam penyelidikan ya," ucapnya.(sol)

Editor : Edwar Yaman
#oknum marinir #penganiayaan #pencurian sukun #Lettu LM