PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru batal menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing membahas tentang kabel fiber optik (FO), Senin (3/11). Hal disebabkan ketidakhadiran para pihak yang diundang.
Adapun daftar undangan utama dalam rapat tersebut adalah Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi (Apjatel) Riau. Pantauan Riau Pos, tak satupun perwakilan Apjatel hadir sampai rapat ditutup.
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Robin Eduar mengaku juga kesal karena pertemuan yang dijadwalkan pukul 09.30 WIB pagi itu, tak satupun pimpinan OPD Pemko Pekanbaru yang datang. Mulai dari Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPM-TSP) Satpol PP hingga dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Mereka hanya diwakili staf.
Robin menegaskan, pertemuan itu harusnya menampung dan menggodok masukan untuk menata dan membahas rencana penertiban peraturan daerah dalam pemasangan kabel fiber optik. Robin kesal yang hadir bukan pejabat yang bisa mengambil kebijakan.
”Yang mau kita bahas ini adalah sangat penting terhadap perusahaan-perurusan telekomunikasi yang ada di Pekanbaru. Kita ingin ada penataan,’’ paparnya.
Sejauh ini, tutur Robin, tidak ada satu pun perusahaan telekomunikasi yang memiliki izin dalam menjalankan usahanya di Kota Pekanbaru. Ia bahkan sempat gebrak meja saat mendapat jawaban dari perwakilan ASN yang mewakili pimpinan OPD yang hadir.
”Kalian kira main-main ini, seperti tidak menghargai lembaga, kalian diundang secara resmi. Seluruh perusahaan yang ada di sini tidak punya izin, sekarang kita undang rapat, kita mau carikan gimana solusinya supaya semua berizin. Dan ini mereka tidak menghargai kita,” tegas Robin.
Karena ketidakhadiran pihak terkait ini, Komisi I DPRD Kota Pekanbaru tidak melanjutkan rapat. Rapat menurut Robin akan dijadwalkan ulang.
Terkait ketidakhadiran Apjatel, wartawan mencoba mengkonfirmasi Koordinator Wilayah Apjatel Riau Ahmad Fadhli. Menurut Fadhli, pihaknya sudah mengirim perwakilan. Hanya saja terlambat, karena rapat sudah bubar.
”Kebetulan saya sedang berada di Bandung, ada Rakernas Apjatel. Sekretaris yang tadinya mau menggantikan hadir, namun orang tuanya sakit di Semarang, jadi beliau ke Semarang. Lalu saya carikan gantinya, kabid dan anggota, (mereka, red) hadir tadi, rada telat aja,” ujar Fadhli.(end)
Editor : Arif Oktafian