PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru, Selasa (21/4). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kami sudah melihat langsung bagaimana pelayanan dan fasilitas yang didapatkan oleh masyarakat yang berobat di RSUD Arifin Achmad. Alhamdulillah mereka merasa aman dan nyaman,” kata Plt Gubri SF Hariyanto.
Dirinya meminta RSUD Arifin Achmad terus memberikan pelayanan terbaik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan. “Saya minta rumah sakit kita ini terus memberikan pelayanan terbaik. Bagaimana pasien dapat mempercayakan pengobatannya. Jangan sampai ada lagi isu negatif tentang RSUD Arifin Achmad,” ujarnya.
Plt Gubri berharap, ke depan RSUD Arifin Achmad terus berinovasi. Baik dalam pembangunan gedung, infrastruktur ataupun alat kesehatan. “Harapan kita, ke depann RSUD mampu berinovasi dan terus membaik. Kita ingin pelayanannya terkoordinir,’’ ujarnya.
Baca Juga: Pantau Penyaluran dan Konsumsi Elpji 3 Kg
‘’Pasiennya terbagi atas penyakit yang dialami. Misalnya nanti satu tower khusus pasien ibu dan anak, satu tower khusus pasien penyakit dalam, dan bagian lainnya dengan peyakit berbeda. Agar pelayanan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan meski rumah sakit tengah menghadapi lonjakan pasien yang signifikan.
Di mana saat ini tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di RSUD Arifin Achmad tercatat mencapai 91,54 persen, dengan 455 dari total 497 tempat tidur terisi. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi sejak 2008.
Baca Juga: RDP DPRD Kota Pekanbaru: Ketua Yayasan Sebut Tinggal Menunggu Proses, Dewan Minta Al-Fatih Urus Izin
Di tengah tekanan tersebut, Yusi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Ia menyebut, tingginya BOR justru menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tersebut.
“Ini menjadi tantangan sekaligus kepercayaan yang harus kami jaga. Kami berkomitmen memastikan pelayanan tetap maksimal bagi seluruh pasien,” ujar Yusi.
Meski diakui masih terdapat keterbatasan tenaga keperawatan, pihak manajemen terus melakukan berbagai langkah antisipatif agar pelayanan tidak terganggu.
“SDM keperawatan memang masih perlu penguatan, apalagi dengan BOR yang tinggi. Namun secara umum, pelayanan tetap berjalan dengan baik dan terkendali,” jelasnya.
Berdasarkan laporan supervisor per 15 April 2026, jumlah pasien tercatat 455 orang, terdiri dari pasien lama dan pasien baru. Dalam periode tersebut, sejumlah pasien telah dipulangkan, menjalani perpindahan internal, hingga terdapat kasus pasien meninggal dunia.
Untuk mengatasi lonjakan pasien, manajemen rumah sakit telah menambah 20 tempat tidur dari ruang yang tersedia. Namun, penambahan tersebut langsung terisi penuh. “Penambahan tempat tidur langsung terpakai. Ini menunjukkan kebutuhan layanan yang sangat tinggi,” ungkap Yusi.
Lonjakan juga terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan total 29 kunjungan pasien. Sebagian besar pasien harus menjalani rawat inap, sementara lainnya menjalani rawat jalan dan observasi lanjutan.
Sementara itu, di layanan intensif, beberapa unit bahkan mengalami kelebihan kapasitas, seperti CVCU. Ruang NICU dan SCN juga terisi penuh, sedangkan unit ICU lainnya mulai terbatas karena sebagian tempat tidur telah dijadwalkan untuk tindakan operasi.
Meski menghadapi tekanan tinggi, Yusi memastikan tidak ada gangguan layanan medis maupun operasional di lapangan. Ia menegaskan seluruh jajaran rumah sakit tetap bekerja maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Tingginya beban kerja tenaga kesehatan, khususnya perawat, menjadi perhatian kami. Namun kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian