Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

DPRD Riau Dorong Penguatan Peran BRIDA 

Tim Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 10:43 WIB
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri saat memimpin rapat, baru-baru ini. (DPRD RIAU)
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri saat memimpin rapat, baru-baru ini. (DPRD RIAU)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Komisi III DPRD Provinsi Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Riau di Ruang Rapat Komisi III, pekan lalu. Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk mengeva­luasi kinerja serta memperkuat arah kebijakan riset daerah agar lebih berdampak terhadap pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri didampingi ang­gota Komisi III Abdullah. Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala BRIDA Riau Ronny B Leksono beserta jajaran yang memberikan pemaparan serta menjawab berbagai pertanyaan dari anggota dewan.

Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri dalam kesempatan itu menegaskan, kritik dan masukan yang di­sampaikan DPRD merupakan bagian dari komitmen untuk membangun dan meningkatkan kualitas kinerja BRIDA. Ia menekankan, lembaga riset daerah harus mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam bentuk kajian akademis, tetapi juga dalam implementasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Lepas Keberangkatan 439 JCH, Plt Gubri Titip Doa untuk Riau 

“Sebagaimana tekad kami, setiap kritik yang disampaikan adalah untuk membangun. Semangat kami jelas, bagaimana BRIDA ke depan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan PAD. Selama ini kita melihat bahwa pengelolaan potensi pajak dan sumber pendapatan lainnya belum berjalan maksimal,” ujar Edi Basri.

Menurutnya, BRIDA memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mendorong agar BRIDA tidak hanya berfokus pada penelitian normatif, melainkan juga menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada solusi.

Edi Basri juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Riau. Ia menilai sinergi tersebut dapat memperkuat kualitas riset sekaligus mempercepat implementasi hasil penelitian.

Baca Juga: 70 Kasus Kebakaran sejak Januari

“Kita perlu mengembangkan perencanaan program secara bersama-sama agar memiliki daya saing tinggi. Termasuk menjalin komunikasi dan pertemuan dengan perusahaan besar yang dapat membantu mendukung riset-riset strategis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah menekankan pentingnya fokus dan ketepatan dalam penggunaan anggaran riset. Ia mengingatkan agar setiap program yang dirancang benar-benar memiliki arah yang jelas serta mampu memberikan dampak terukur terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Anggaran riset ini perlu diseleksi secara cermat. Harus dipastikan mana yang benar-benar menjadi prioritas dan ingin kita capai. Investasi di sektor hilir juga perlu didorong, namun tentu harus didukung dengan kajian yang matang, terukur, dan memiliki peta jalan yang jelas,” jelas Abdullah.

Baca Juga: Proses PPDB 2026 Harus Lebih Baik

Ia menambahkan, tanpa perencanaan yang terstruktur dan berbasis data, program riset berpotensi tidak efektif dan tidak memberikan kontribusi signifikan. Oleh sebab itu, ia mendorong BRIDA untuk menyusun pemetaan (mapping) program secara komprehensif sebagai dasar dalam menentukan prioritas kegiatan.

Lebih lanjut, Abdullah juga menyoroti pentingnya pengembangan program unggulan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional. Ia menilai, sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita memerlukan program unggulan yang benar-benar menjadi identitas dan kekuatan daerah. Sesuai dengan arahan nasional, kita juga harus memikirkan bagaimana meningkatkan produksi dalam negeri, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Selain itu, potensi energi terbarukan harus mulai dikembangkan sebagai sumber PAD jangka panjang,” lanjutnya.

Baca Juga: Empat Debt Collector Pengeroyok Debitur Ditangkap

Dalam rapat tersebut, Kepala BRIDA Riau Ronny B Leksono memaparkan rencana kegiatan riset yang akan dilaksanakan pada tahun 2027. Ia menjelaskan, pihaknya telah menyusun sejumlah program strategis yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Beberapa rencana riset yang dipaparkan antara lain studi optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan teknologi pengemasan dan produksi olahan makanan serta minuman untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan Provinsi Riau sebagai pusat budaya Melayu yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, BRIDA juga merancang kajian terkait strategi penanganan limbah yang berkelanjutan, optimalisasi pemanfaatan aset daerah, serta upaya penanganan abrasi di wilayah pesisir yang selama ini menjadi salah satu persoalan serius di Riau.

Baca Juga: Polda Riau Tangkap Pembawa Ratusan Catridge Etomidate di Pekanbaru

Ronny menyampaikan, seluruh program tersebut dirancang dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil riset tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata.

“Kami berupaya agar setiap riset yang dilakukan memiliki nilai guna dan dapat langsung diterapkan. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program-program ini,” ujarnya.

Menanggapi paparan tersebut, Komisi III DPRD Riau berharap agar BRIDA mampu memperkuat perannya sebagai lembaga strategis dalam menghasilkan inovasi daerah. DPRD juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap setiap program riset guna memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.

Baca Juga: Diduga Dianiaya Oknum Dosen dan Istri, Wanita Tunanetra Lapor Polisi 

Melalui RDP ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara DPRD dan BRIDA dalam mendorong lahirnya kebijakan berbasis riset yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, hasil riset diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan PAD serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.

Dengan adanya forum ini, DPRD Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan bahwa setiap kebijakan serta program yang dijalankan oleh pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. BRIDA pun diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara komprehensif dan berkelanjutan.(adv/nda)

 

Editor : Arif Oktafian
#BRIDA #riau #rdp #dprd #pad