PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sepekan jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan di Pekanbaru. Hingga Selasa (19/5), Distankan Pekanbaru menyebutkan telah memeriksa sekitar 3.754 ekor hewan kurban. Hasil pemeriksaan, belum ditemukan adanya hewan kurban berpenyakit.
Selasa, (19/5), pengecekan terhadap hewan kurban dilakukan di dua lokasi yang berada di Jalan Seroja Kecamatan Kulim. Yaitu Peternakan Akmal Farm dan peternakan sapi kurban milik Irfan.
Tim dari Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap hewan kurban di Kota Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan mulai dari mulut, gigi hingga bentuk fisik hewan dan daya makanannya.
Kepala Distankan Pekanbaru, Maisisco menjelaskan jika pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini merupakan prosedur wajib untuk memastikan hewan ternak dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dan memenuhi syarat sah syariat Islam.
”Kami tadi sudah memeriksa dua lokasi peternakan di Jalan Seroja Kulim dan memberi tanda kepada hewan kurban yang sudah diperiksa, kami juga berikan surat izin pemotongan,” katanya
Dijelaskan Maisisco lagi, jelang Hari Raya Iduladha 1447 H ini, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban terus berlangsung hingga pemotongan nanti.
Ia menyebut bahwa hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru wajib mendapat vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan yang nanti kita berikan kepada Peternakan.
Baca Juga: Wako Agung Gilir Rapat di Kecamatan, Tekankan Standar Pelayanan dan Penanganan Sampah
Dirinya menambahkan bahwa petugas kesehatan hewan dari Distankan Kota Pekanbaru sampai saat ini belum menemukan adanya hewan kurban berpenyakit. Proses pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban terus berjalan hingga momen Iduladha 1447 H.
”Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban akan terus kami lakukan agar masyarakat dapat menjalankan kurban dengan nyaman dan aman serta terhindar dari penyakit PMK,” tuturnya.
Sementara itu, Irfan, pemilik peternakan hewan kurban, daya beli masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban di tahun 2026 ini cukup membaik daripada tahun sebelumnya. Di mana tahun ini seluruh stok hewan kurban miliknya yang berkisar 120 ekor dengan jenis sapi Bali habis dipesan oleh masyarakat Pekanbaru dan luar Pekanbaru.
Kebanyakan yang memesan hewan kurban ditempatnya adalah panitia kurban di sejumlah masjid di Pekanbaru. ”Alhamdulillah sudah banyak yang pesan sapinya. Rata-rata pembeli memang panitia kurban masjid di Pekanbaru tapi ada juga yang dari Duri. Hanya beberapa ekor saja yang tersisa karena memang belum layak kurban dan usianya yang masih di bawah 2 tahun,” ucapnya.
Ia juga berterima kasih kepada Distankan Pekanbaru yang telah membantu dirinya dalam menjaga kesehatan hewan kurban.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kulim
Editor : Arif Oktafian