PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Angka kasus HIV Kota Pekanbaru telah menembus angka 3.700. Hal ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.
Aidhil menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm serius bagi pemerintah kota dan seluruh elemen masyarakat. Angka 3.700 merupakan angka yang mengkhawatirkan.
Politisi Nasdem ini menekankan, penanganan HIV tidak bisa hanya dibebankan kepada bidang kesehatan pada pemerintahan saja. Melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sosial.
Baca Juga: Kue Talam Durian 1 Km Bakal Disajikan untuk Masyarakat
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu keterlibatan orang tua, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta edukasi kepada generasi muda,” ujar Aidhil.
Aidhil menilai meningkatnya kasus HIV ini dipicu oleh sejumlah faktor. Mulai dari minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya penularan HIV, pergaulan bebas, hingga kurangnya edukasi kesehatan reproduksi. Kurangnya edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba juga ia nilai turut berperan.
“Maka kita mendorong Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru agar lebih masif melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada kelompok usia produktif dan kalangan remaja yang kita nilai rentan,” ujarnya.
Baca Juga: Dr Ahmad Supardi Hasibuan Rilis Buku Reinventing Politik Hukum
Selain edukasi, Aidhil ini juga meminta pemerintah memperkuat layanan pemeriksaan dini dan pendampingan bagi masyarakat yang terpapar HIV. Hal ini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kami minta jangan sampai masyarakat takut melakukan pemeriksaan karena stigma. Edukasi harus diperkuat, tetapi pendekatannya juga harus manusiawi,” tegasnya.
Sekadar informasi, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru baru saja memperbaharui data HIV di Kota Bertuah. Jumlahnya saat ini tercatat 3.700 kasus. Angka itu merupakan angka kasus kumulatif yang tercatat hingga triwulan I 2026 ini.(gem)
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian