Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Angka HIV di Pekanbaru Harus Menjadi Alarm

Hendrawan Kariman • Senin, 25 Mei 2026 | 12:20 WIB
Aidhil Nur Putra. (JPG)
Aidhil Nur Putra. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Angka kasus HIV Kota Pekanbaru telah menembus angka 3.700. Hal ini menda­pat perhatian serius dari Ang­gota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra.

Aidhil menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm serius bagi peme­rintah kota dan seluruh ele­men masyarakat. Angka 3.700 merupakan angka yang mengkhawatirkan.

Politisi Nasdem ini menekankan, penanganan HIV tidak bisa hanya dibebankan kepada bidang kesehatan pada pemerintahan saja. Melainkan membutuhkan keterlibatan keluar­ga, sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sosial.

Baca Juga: Kue Talam Durian 1 Km Bakal Disajikan untuk Masyarakat

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ke­terlibatan orang tua, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta edukasi kepada gene­rasi muda,” ujar Aidhil.

Aidhil menilai meningkatnya kasus HIV ini dipicu oleh sejumlah faktor. Mulai dari minimnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya penularan HIV, pergaulan bebas, hingga kurang­nya edukasi kesehatan reproduksi. Kurangnya edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba juga ia nilai turut berperan.

“Maka kita mendorong Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru agar lebih masif melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya kepada kelompok usia produktif dan kalangan remaja yang kita nilai rentan,” ujarnya. 

Baca Juga: Dr Ahmad Supardi Hasibuan Rilis Buku Reinventing Politik Hukum

Selain edukasi, Aidhil ini juga meminta pemerintah memperkuat layanan pemeriksaan dini dan pendampingan bagi masyarakat yang terpapar HIV. Hal ini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami minta jangan sampai masyarakat takut melakukan pemeriksaan karena stigma. Edukasi harus diperkuat, tetapi pendekatannya juga harus manusiawi,” tegasnya.  

 

Sekadar informasi, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru baru saja memperbaharui data HIV di Kota Bertuah. Jumlahnya saat ini tercatat 3.700 kasus. Angka itu merupakan angka kasus kumulatif yang tercatat hingga triwulan I 2026 ini.(gem) 

Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#Komisi I DPRD Kota Pekanbaru #hiv #pekanbaru