PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Selasa (7/7). Kali ini melibatkan Bus Pelangi dan truk tronton. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang melaju dari arah Batin Solapan menuju Pekanbaru diduga mengalami microsleep sehingga menabrak bagian belakang truk tronton BK 8050 GU yang melaju searah di depannya.
Benturan keras menyebabkan truk keluar dari badan jalan hingga terperosok ke dalam parit, sementara bagian depan bus mengalami kerusakan berat. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 18 penumpang menjadi korban, dengan rincian 16 orang mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia, yakni Ibrahim Yafi Al Arumi (2) dan Ainul Mardiah (58).
Sesaat setelah menerima laporan, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya bergerak cepat menuju lokasi. Dengan penuh kesigapan, petugas mengevakuasi para korban dari dalam bus, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Baca Juga: Tekan Penyebaran, Terapkan STOP HIV
Petugas juga melakukan pendataan identitas korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pengemudi Bus Pelangi diketahui meninggalkan lokasi kejadian dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan, keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kecelakaan lalu lintas. “Begitu menerima informasi, personel kami yang dipimpin Kanit Tol Permai AKP Ruben langsung bergerak menuju lokasi,’’ ujarnya.
‘’Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” tambahnya.
Baca Juga: Tim Mulai Panggil Kepala SMA Negeri
Ia menjelaskan, personel Sat PJR juga berkoordinasi dengan Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, serta Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru agar proses evakuasi korban maupun kendaraan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan profesional.
Terkait penyebab kecelakaan, AKBP Eko Baskara menyebut dugaan sementara akibat pengemudi bus mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area atau berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” tegasnya.(nda)
Editor : Arif Oktafian