Pangkalankerinci (RIUAPOS.CO) - Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup diterapkan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) di Kilometer (KM) 75 Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan, mulai Rabu (18/2). Pasalnya, jalan nasional yang rawan terendam banjir ini sedang dilakukan penimbunan dan peninggian badan jalan.
“Ya, sistem buka tutup sudah kami berlakukan sejak Rabu (18/2), tepatnya di Jalintim Kilometer 75. Petugas kami tempatkan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan proses pengerjaan berjalan lancar,” terang Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Riau Pos, Rabu (18/2).
Mantan Kasatlantas Polres Inhil ini menambahkan, buka tutup arus lalu lintas dilakukan sepanjang 300 meter. Sehingga, rentang waktu relatif cepat dan tidak berdampak menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan. Kendaraan dari arah Kelurahan Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras menuju Pangkalankerinci diberhentikan ketika buka tutup jalan satu jalur dilakukan. Begitu juga sebaliknya sesuai dengan pengaturan petugas lokasi.
Sedangkan kendaraan roda 6 ke atas dari arah Kelurahan Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras menuju Pekanbaru dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur Pangkalankerinci menuju Simpang Empat Lampu Merah RAPP. Kemudian belok ke kanan menuju RS Efarina dan lanjut ke Pos Lantas Simpang Perak serta belok ke kiri ke arah Kota Pekanbaru.
“Dengan adanya pengerjaan penimbunan dan peninggian badan jalan ini, maka kami meminta pengendara dapat mengikuti antrean buka tutup dan tidak mencoba menerobos mencuri jalur kanan karena bisa menimbulkan kemacetan. Jadi tetaplah di jalur antrean,” paparnya.
Mantan Kapolsek Pangkalankerinci ini menjelaskan, pengerjaan peninggian dan penimbunan jalan oleh Kementerian PU RI melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau ini, sebenarnya mulai dari Jalintim Kilometer 74 sampai 84, karena lokasi itu langganan banjir. Namun untuk pengerjaan awal di kilometer 75 dengan penimbunan menggunakan tanah urug.
“Untuk tahap awal ini target pengerjaan selama satu pekan ke depan, mengingat arus lalu lintas dipastikan meningkat pada libur awal Ramadan dan libur Idulfitrijuga sudah dekat. Sehingga masyarakat pengguna jalan dan pelaku perjalanan tidak terkendala. Saat ini volume kendaraan masih relatif landai dan lancar,” ujarnya.
Ruas Jalan Lintas Timur Sumatera KM 73-84 di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras yang selama ini dikenal sebagai titik rawan banjir dan langganan terputus kini memasuki babak baru. Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan tak lagi bersifat tambal sulam, melainkan terencana dan berkelanjutan.
“Ya, langkah ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas persoalan berulang yang selama bertahun-tahun mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di jalur utama penghubung antarprovinsi di Sumatera. Setiap musim hujan, genangan air kerap memicu kemacetan panjang bahkan memutus arus kendaraan,” terang Bupati Pelalawan H Zukri.
Dijelaskannya, KM 73-84 merupakan urat nadi lalu lintas dengan intensitas kendaraan tinggi, terutama menjelang Idulfitri saat arus mudik meningkat signifikan. Karena itu, percepatan pekerjaan menjadi prioritas, namun tetap dibarengi skema pengaturan lalu lintas yang matang agar tidak memicu kemacetan parah.
“Sistem buka tutup jalan ini diberlakukan selama proses pengerjaan berlangsung. Untuk itu, koordinasi lintas pihak menjadi kunci agar arus kendaraan tetap terkendali, terlebih masyarakat segera memasuki bulan suci Ramadan, di mana aktivitas dan mobilitas tetap tinggi meski dalam suasana ibadah puasa,” tuturnya.
Ditambahkan Zukri, strategi pengerjaan dua titik perbaikan tidak dilakukan secara bersamaan. Metode bertahap dipilih guna mencegah penumpukan kendaraan di dua lokasi sekaligus. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipatif agar proyek berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Baca Juga: Warga Kabupaten Kampar Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Teluk Lancar Kecamatan Bantan
Pantauan di lokasi menunjukkan penimbunan telah dimulai oleh PT Global Jaya Maritimindo sejak Selasa (17/2) dengan masa pelaksanaan 600 hari kalender. Melalui peninggian badan jalan ini, Lintas Timur KM 73-84 diharapkan tak lagi menjadi titik lumpuh setiap musim hujan atau saat kiriman air dari PLTA Koto Panjang, melainkan berubah menjadi jalur yang lebih aman, lancar, dan berkelanjutan manfaatnya bagi masyarakat luas.(das)
Laporan MUHAMMAD AMIN AMRAN, Pangkalankerinci
Editor : Arif Oktafian