Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Unri Gelar Pelatihan Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa untuk Produk Perikanan di Dumai

Dofi Iskandar • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:20 WIB
Pengabdian masyarakat Unri yang berfokus pada peningkatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan hasil samping tempurung kelapa menjadi asap cair untuk pengolahan produk perikanan
Pengabdian masyarakat Unri yang berfokus pada peningkatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan hasil samping tempurung kelapa menjadi asap cair untuk pengolahan produk perikanan

PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Universitas Riau (Unri) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan hasil samping tempurung kelapa menjadi asap cair untuk pengolahan produk perikanan.

Kegiatan ini dilakukan bersama mitra Arang Tempurung Kelapa-Tarry yang berlokasi di Bumi Ayu, Kota Dumai.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 31 Agustus 2025, diawali dengan pelatihan dan penyampaian materi oleh Ketua Tim Pengabdian, Rahmita Budiartiningsih, SE,MHum, yang membawakan materi tentang kegiatan kewirausahaan dan strategi manajemen usaha.

Selanjutnya, Dr Mery Sukmiwati, MSi memberikan pemaparan tentang berbagai produk perikanan yang dapat dikembangkan dengan tambahan asap cair sebagai pengawet alami dan penambah cita rasa.

Kemudian, Dr Tjipto Leksono, MPhil memberikan pelatihan teknis mengenai proses pembuatan asap cair sekaligus demonstrasi penggunaan alat pirolisator sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Sementara itu, kegiatan kedua dilaksanakan pada 27 September 2025, berupa pelatihan praktik pembuatan berbagai produk hasil perikanan dengan tambahan asap cair, seperti bakso ikan, ekkado ikan, dan otak-otak ikan.

Peserta tidak hanya mempelajari teknik produksi, tetapi juga melakukan uji organoleptik sederhana untuk menilai kualitas aroma, tekstur, dan daya simpan produk.

Ketua Tim Pengabdian, Rahmita Budiartiningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Universitas Riau dalam mendukung UMKM naik kelas.

“Kami berkomitmen mendampingi mitra dalam memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya tempurung kelapa yang melimpah, agar bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti asap cair. Dengan teknologi tepat guna, produk perikanan lokal tidak hanya lebih berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar," ungkapnya.

Pihak mitra, yang diwakili oleh pemilik Arang Tempurung Kelapa-Tarry menyampaikan apresiasi atas program ini.

"Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini tempurung kelapa hanya kami manfaatkan untuk arang, tapi dengan adanya inovasi asap cair, kami jadi tahu bahwa limbah ini bisa bernilai ekonomi lebih tinggi. Kami berharap pendampingan seperti ini bisa terus berlanjut agar usaha kami semakin berkembang," ujarnya dengan antusias.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM di Kota Dumai, baik dari sisi peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, hingga perluasan akses pasar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya daerah.

Laporan: Dofi Iskandar

Editor : M. Erizal
#tempurung kelapa #dumai #Unri #pelatihan #pengabdian masyarakat