Di balik kiprah dan kesuksesan Yayasan Rabbani Bina Insani di Kabupaten Rokan Hulu dalam mengembangkan dunia pendidikan, ada sosok penggiat pendidikan bernama H Roudhatul Firdaus Lc MPd.
Laporan Herianto Baserah, Pekanbaru
SOSOK penggiat pendidikan H Roudhatul Firdaus Lc MPd berhasil mengembangkan lembaga pendidikan mulai dari Kepala Madrasah Iftadiah (MI) Al Fattaah sejak 2003 hingga kini dan Ketua Yayasan Rabbani Bina Insani di Rokan Hulu. Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan Aliyah tergabung dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Khalid bin Walid Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu yang siswanya mencapai se-1.000 lebih. Yayasan ini sedang mempersiapkan pendirian sekolah tinggi, sebagai amanah Buya H Arab Munduh yang harus ditunaikan.
Keberhasilan tersebut, kata Firdaus, perlu proses yang panjang. Jangan mudah menyerah, karena hidup ini penuh dengan ujian dan rintangan. ”Orang tua dulu mendidik kita dengan begitu ketat, karena mereka ingin anak-anaknya bermanfaat. Jangan menjadi generasi strawbery dan instans. Segalanya ingin segera cepat selesai, cepat tuntas, cepat sukses. Hidup ini adalah proses,” kata Firdaus.
Firdaus memiliki motto hidup, jalani, nikmati dan disyukuri. Ia memulai proses pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah Al-Fattaah Pekanbaru, sebagai alumni keempat. Kemudian lanjut ke Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo selama enam tahun. Sepulang dari Jawa Timur, ia melanjutkan pendidikan S1 di Fakutas Usuluddin, Jurusan Aqidah Filsafat Universitas Islam Riau (UIR).
Alhamdulillah, ia mendapat kesempatan untuk mengikuti tes ke Universitas Al Azhar Cairo Mesir utusan UIR. Ia mengatakan bahwa UIR dan para dosen sangat berjasa kepada dirinya sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan di Kairo.
H Roudhatul Firdaus Lc MPd merupakan anak kedua dari pasangan H Arab Munduh dan Hj Darussamin mengisahkan pengalaman organisasinya yang dimulai sejak di ponpes sebagai anggota Pelajar Islam Indonesia (PII), dan terus aktif di berbagai organisasi sosial dan keagamaan maupun kepartaian. ”Pengalaman berorganisasi ini sangat bermanfaat untuk mengasah skill. Terutama kemampuan menajerial dan interaksi sosial,” pengakuan pria yang lahir tahun 1973 tersebut.
Dikatakannya, berorganisasi juga bisa menambah pengetahuan dan pengalaman yang positif baik di lingkungan tempat tinggal maupun kemampuan berkomunikasi di tengah-tengah masyarakat. ”Semuanya adalah berproses, jalani proses tersebut, nikmati apa yang kita raih dari hasil berproses dan syukurilah semuanya,” ungkapnya. (nto/c)
Editor : Arif Oktafian