PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Di tengah kesibukan siswa kelas akhir yang umumnya dipenuhi kecemasan menentukan masa depan, M Arief Hidayat Annas justru melangkah dengan pasti. Siswa kelas XII.5 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos di 13 perguruan tinggi luar negeri.
Lahir di Pekanbaru, 3 Juli 2008, Arief membuktikan bahwa mimpi besar dapat dicapai dengan kerja keras dan konsistensi. Deretan kampus yang menerimanya bukanlah nama biasa. Mulai RMIT University (Bachelor of Urban Planning), Western Sydney University (Bachelor of Planning), Bond University (Bachelor of International Relations/Business), hingga Wageningen University & Research (Bachelor of Tourism).
Selain itu, Arief juga dinyatakan diterima di Deakin University (Bachelor of Laws), University of Canterbury (Bachelor of Science in Geology), Swinburne University of Technology (Bachelor of Laws/Bachelor of Business), University of Wollongong Australia (Bachelor of Business/Bachelor of Laws), University of Southern Queensland (Bachelor of Aviation), Auckland University of Technology (Bachelor of Business), Victoria University of Wellington (Bachelor of Laws), Management and Science University (Bachelor in Economic and Finance), serta Charles Darwin University (Bachelor of Science).
Baca Juga: ASN Kemenkum Riau Diingatkan Soal Integritas dan Responsif Terhadap Situasi Global
Pilihan yang beragam ini menggambarkan luasnya minat dan kesiapan Arief menghadapi dunia global yang dinamis. Keberhasilan tersebut pun mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi. Ia menilai capaian ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional.
“Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras, disiplin, serta dukungan dari orang tua dan para guru di MAN 2 Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi seperti ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi siswa lain untuk terus berkembang, tidak hanya dalam akademik tetapi juga dalam menghadapi tantangan era digital.
“Siswa harus siap menghadapi tantangan digitalisasi dan mampu berkompetisi di masa depan sebagai calon pemimpin,” tambahnya.
Baca Juga: Telkomsel dan Huawei Umumkan Kolaborasi Strategis Perkuat 5G dan Home Broadband Indonesia
Hal senada disampaikan Kepala MAN 2 Pekanbaru, Ghafardi. Ia menegaskan bahwa prestasi Arief menjadi gambaran nyata bahwa madrasah bukan hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mencetak generasi berkelas dunia.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.
Di balik capaian tersebut, Arief dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Dukungan keluarga, terutama kedua orang tuanya, Nasrul dan Asmawati, turut menjadi fondasi kuat dalam perjalanannya.
Kini, langkah Arief seolah membuka jalan baru bagi siswa madrasah lainnya. Bahwa dari ruang kelas sederhana, mimpi bisa melintasi batas negara.
Baca Juga: Server Error, 8.712 Siswa SMP/MTS di Bengkalis Terkendala Ikuti Tes Kemampuan Akademik
MAN 2 Pekanbaru pun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, membuka peluang lebih luas bagi para siswa untuk menatap masa depan hingga ke panggung internasional.(ilo)
Editor : Edwar Yaman