Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Guru Sekolah Rakyat dari ASN

Redaksi • Kamis, 24 April 2025 | 10:43 WIB
SAIFULLAH YUSUF
SAIFULLAH YUSUF

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Proses rekrutmen kepala sekolah dan guru untuk program Sekolah Rakyat telah dimulai. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta, dalam rekrutmen ini tak mengorbankan sekolah eksisting.

Hal ini lantaran, guru dan kepala sekolah untuk Sekolah Rakyat akan disaring dari guru aparatur sipil negara (ASN) seperti yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Mereka yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) akan diprioritaskan.

Disusul guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan guru PPG prajabatan bila memang masih belum terpenuhi kuotanya.

“Ya jadi pertama prioritas ASN. ASN dulu di daerah itu. Kalau ASN yang tidak ada, nanti PPPK, baik yang penuh maupun paruh waktu. Kalau sudah tidak ada lagi, nanti baru dipertimbangkan untuk rekrutmen dari PPG,” jelasnya ditemui usai acara peringatan Hari Kartini di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, kemarin.

Dengan skema ini besar kemungkinan ada pergeseran guru ASN dari sekolah eksisting ke Sekolah Rakyat. Artinya, ada risiko kekosongan tenaga pengajar pada sekolah-sekolah yang ada.

Disinggung mengenai hal ini, menteri yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, nanti ada pengaturan khusus oleh bupati dan wali kota untuk jenjang SD dan SMP. Sementara, untuk jenjang SMA bakal diatur gubernur.

Dia menegaskan, sudah berkoordinasi terkait hal ini dengan seluruh pemerintah daerah (pemda) yang akan menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Termasuk, dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

“Ya nggak boleh ada kekosongan. Kita sudah sampaikan tidak boleh ada kekosongan (di sekolah eksisting, red), tapi kita mencari guru-guru yang memang memenuhi syarat dan belum penempatan,” paparnya.

Gus Ipul melanjutkan, saat ini pun sudah mulai dilakukan proses penjaringan baik untuk calon guru maupun kepala sekolah. Untuk kepala sekolah sendiri, sudah ada lebih dari 500 orang guru yang dinyatakan layak untuk ikut seleksi kepala sekolah.

“Jadi kita ini sudah buka, Dikdasman sudah membuka kesempatan untuk mereka yang ingin menjadi kepala sekolah rakyat. Kepala sekolah ya. Gurunya baru proses,” jelasnya.

Rekrutmen ini simultan dengan rekrutmen siswa. Saat ini, prosesnya tengah dalam tahap penjaringan oleh pemda kabupaten/kota dan PKH. Targetnya, anak-anak yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 DTSEN, khususnya anak-anak tidak sekolah (ATS) di daerah terdekat dari Sekolah Rakyat.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#program Sekolah Rakyat telah dimulai #Proses rekrutmen kepala sekolah dan guru #guru sekolah #Menteri Sosial (Mensos) #asn #jakarta