Definisi Parkir
Rindra Yasin • Kamis, 7 Juli 2011 | 07:56 WIB
JIKA diurut dan dirunut secara etimologi, atau sejarah kata, kemungkin kata “parkir” berasal dari park, Inggris. yang artinya taman. Jadi, kalau parkir, bisalah diartikan sebagai sesuatu yang ada di taman. Atau menaman. Membawa sesuatu agar berada di taman. Kalau kita parkir kendaraan seharusnya berada di taman yang ditumbuhi tanaman atau pepohonan. Kendaraan kita terlindung dari panasnya matahari. Bodi dan catnya tidak bengkak atau pecah-pecah.
Idealnya semestinya seperti itu. tetapi pemerintah tidak bermodal apapun, tanpa merasa bersalah langsung mengutip retribusi parkir kendaraan kepada masyarakat. Lahan parkir pun menumpang di halaman ruko masyarakat. Kecuali di mal-mal.
Seterusnya, yang menjadi persoalan bagi banyak orang adalah definisi parkir dalam arti yang yang lain, sebagian besar, para tukang parkir tidak memahami, yang parkir itu bagaimana. Ada orang berhenti sebentar, tanpa mematikan mesin mobil, misalnya seseorang (penumpang dalam mobil tersebut) mengambil/menaruh sesuatu barang yang dititip pada sebuah toko. Begitu mobil mau jalan, tukang parkir langsung menadahkan tangan. Kan, aneh ini.
Menurut pengertian banyak orang, yang parkir itu adalah, mengambil posisi pada tempat yang telah disediakan, lalu mesin kendaraan dimatikan, Ditinggal beberapa lama. Nah, inilah yang parkir itu. Pernah diberitakan di media. Dua orang, supir dan kernet truk berhenti di suatu tempat. Hanya sebentar. Ketika akan berangkat, tukang parkir menadahkan tangan. Kedua kernet dan supir truk tersebut tak mau membayar, dan lansung tancap gas.
Tukang parkir memukul dengan tinjunya bak truk tersebut. Selesai urusannya? Tidak! Tak lama kedua awak truk tersebut kembali dengan sepeda motor, lalu menghajar tukang parkir tersebut sampai sekarat. Agar peristiwa serupa tak terulang, sebaiknya, para tukang parkir diberi pencerahan, agar mereka tahu, apa definisi parkir itu yang sebenarnya. Dan saya menilai, jika seorang tukang parkir tidak memberikan tanda bukti parkir berupa karcis, yang preman bukan tukang parkirnya, tetapi para pejabat di kota tersebutlah yang preman. Ada-ada saja.
Pandu Syaiful,
Warga Balairaja, Duri, Bengkalis. Editor : Rindra Yasin