Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perbatasan Riau-Sumut Kembali Memanas

Redaksi • Selasa, 1 Oktober 2013 - 17:07 WIB
PASIRPENGARAIAN (RP) -Belum adanya kesepakatan tapal batas antara Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau-Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara (Sumut), Senin (30/9) siang, membuat dua daerah di perbatasan Riau-Sumatera Utara kembali memanas.

Enam pondok warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Rokan Hulu yang berada di kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan lindung Mahato, tepatnya di daerah perbatasan, diduga dibakar oleh masyarakat dan karyawan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Dalam aksi itu, sempat terjadi aksi lempar-lemparan antara dua kubu masyarakat Batang Kumu dengan karyawan PT MAI.

Kedua kubu masing-masing, membawa senjata tajam untuk mempertahankan kawasan yang diklaim oleh masyarakat Batang kumu maupun perusahaan yang mengaku lahan itu milik mereka.

Untungnya perpecahan antara masyarakat Batang Kumu dengan karyawan PT MAI tidak sempat terjadi, setelah aparat Polsek Tambusai dan Polres Rohul turun ke lokasi.

Sehinga kondisi di daerah perbatasan Riau-Sumut kembali kondusif. Kedua kubu disuruh pulang ke rumahnya masing-masing.

Kapolres Rohul AKBP H Onny Trimurti Nugroho SE SIK MH yang dikonfirmasi Riau Pos, Senin (30/9) melalui Kapolsek Tambusai Remil Simamora menyebutkan, memanasnya daerah perbatasan Riau-Sumut siang kemarin, berawal PT MAI menurunkan alat berat di lahan yang disengketakan oleh masyarakat Batang Kumu Kecamatan Tambusai Rokan Hulu Riau.

‘’Pada saat di TKP, kita melihat pondok masyarakat Batang Kumu dalam keadaan terbakar. Satu pondok milik PT MAI juga dibakar yang lokasi berada di areal perbatasan Riau-Sumut. Ada ratusan orang masyarakat Batang Kumu termasuk karyawan PT MAI di kawasan lahan yang disengketakan. Mereka masing-masing membawa sejata tajam,’’ tuturnya.

Kapolsek mengaku, pihak kepolisian telah menyuruh pulang masyarakat Batang Kumu dan Karyawan PT MAI ke daerahnya masing-masing.

‘’Kita baru saja pulang dari TKP. Sekarang saya sedang dalam perjalan ke Tambusai,’’ ujarnya.(epp) Editor : RP Redaksi
#tapal batas