Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hadirkan Sebuah Keindahan Ekosistem

Afiat Ananda • Minggu, 28 April 2024 | 15:15 WIB

GRAFIS AQUASCAPE
GRAFIS AQUASCAPE

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memelihara tanaman sudah menjadi tren tersendiri. Belakangan, hobi memelihara tanaman berkembang menjadi beberapa macam. Di antaranya aquascape, terrarium, dan paludarium. Di mana secara konsep, hobi yang satu ini hampir sama. Yakni membuat sebuah ekosistem mini untuk dijadikan hiasan.

Akhir pekan ini, Riau Pos berkesempatan mewawancarai penghobi aquascape, terrarium dan paludarium. Seorang warga Pekanbaru Dermawan menjelaskan, perbedaan diantara ketiga terletak pada ukuran dan jenis tanaman.

“Kalau aquascape itu biasanya full air. Sedangkan paludarium itu seperti rawa. Setengahnya air, setengahnya tanaman darat. Kalau terrarium itu full darat,” sebut Dermawan akhir pekan ini.

Lebih jauh dirincikan dia, aquascape terdiri dari sebuah aquarium dengan tanaman di dalamnya. Untuk memperindah, aquascape biasanya dibuat dengan tema-teman tertentu. Seperti tema hutan hujan, yang di dalamnya terdapat hardscape menyerupai hutan dengan tumbuhan lumut.

Ada juga tema minimalis. Hanya ada tanaman seperti rumput dan beberapa ikan kecil di dalamnya.”Untuk aquascape cenderung berukuran kecil hingga sedang. Minimal ukuran 30 kali 50 cm. Bisa agak besar di aquarium ukuran 2 meter. Cuman pemeliharaan agak sulit,” sambung dia.

Untuk membuat aquascape bagi pemula, yang terpenting adalah bagaimana memelihara tumbuhan di dalamnya. Ia menyarankan agar memilih tumbuhan yang gampang berkembang tanpa harus menggunakan oksigen.

Sedangkan untuk paludarium, cenderung berukuran besar. Biasanya, penghobi membuat paludarium pada bagian tembok bangunan. Dengan bagian depan penuh dengan kaca. Sehingga ekosistem di dalamnya bisa terlihat dari luar.” Kalau paludarium agak lebih rumit. Selain memakan biaya, bayangkan saja kita menghadirkan sebuah ekosistem didalamnya,” sambung Dermawan.

Beberapa konsep paludarium yang ia temui, kebanyakan menggunakan konsep rawa. Di mana setengahnya merupakan air setengahnya lagi darat.”Jadi dari kaca terlihat ekosistem airnya. Tumbuhannya. Tanahnya. Bahkan ada yang buat seperti pinggiran sungai. Sulitnya adalah di perawatan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk terrarium, sebetulnya lebih sederhana ketimbang aquascape dan paludarium. Sebab, terrarium tidak menggunakan elemen air. Dimana bila menggunakan air, penghobi harus paham dengan mekanisme filtrasi air. Bila tidak, maka air di dalam aquascape dan paludarium akan cepat keruh dan menyebabkan biota didalamnya mati.

“Kalau terrarium itu kira butuh box kaca. Bebas mau bentuk bulat atau persegi. Didalamnya ada tanah, tanaman. Kemudian kalau yang hobi reptil, biasanya sekalian itu,” paparnya.

Penghobi lainnya, Fitrah mengatakan bahwa yang terpenting dari sebuah aquascape, paludarium dan terrarium adalah tanaman. Karena konsep awal dari ketiganya adalah sebuah keindahan ekosistem. Penghobi biasanya memajang ketiganya pada ruang-ruang yang ingin dipercantik.

“Bisa di kamar. Bisa di ruang tamu. Bisa di lobi hotel bagi pengusaha hotel. Macam-macam. Yang terpenting kalau tanaman kan cahaya matahari. Kalau enggak bisa diganti dengan lampu UV. Banyak yang jual dengan berbagai ukuran,” sebut Fitrah.

Bagi penghobi profesional, biasanya dibuat sedemikian rupa sesuai dengan ekosistem aslinya. Seperti konsep paludarium yang menghadirkan tanaman, air yang mengalir, ikan-ikan kecil berikut tanaman airnya, sungai kecil bahkan ada yang sampai membuat seperti air terjun.

“Balik lagi sukanya seperti apa? Saran saya, tentukan konsep dahulu. Nanti bisa ketemu mau buat hardscape-nya seperti apa? Kemudian tanaman mau dimasukan apa saja? Fauna nya mau apa saja? Sehingga untuk perawatan pun sudah paham,” sarannya.

Murah atau Mahal Bisa Disesuaikan

Sebuah hobi pastinya memiliki harga yang beragam. Untuk penghobi aquascape, paludarium maupun terrarium juga membutuhkan biaya. Murah atau mahalnya, sebetulnya bisa disesuaikan dengan anggaran dan kreatifitas.

Penghobi aquascape asal Pekanbaru Dermawan mengatakan, range harga pembuatan aquascape bisa mulai dari puluhan ribu rupiah sampai dengan puluhan juta.”Bisa sangat murah. Bisa cuma modal aquarium nganggur. Kemudian beli filter dan lampunya. Kalau untuk set up, bisa ambil dari alam,” sebutnya.

Ia mencontohkan set up aquascape dengan anggaran murah.”Aquarium ukuran 30 kali 50 kalau bahan kaca di harga Rp150 ribu ada yang jual Rp100 ribu untuk akrilik. Kemudian untuk filter Rp50 ribuan. Lampu bisa di Rp100 ribuan. Hard scape kayak batu, lumut bisa nyari di sungai. Ikan tetra kecil-kecil itu di harga Rp5 ribuan/ekor,” terangnya.

Untuk bajet yang cukup mahal, bila penghobi ingin membuat paludarium. Apalagi yang berukuran besar. Karena untuk sebuah paludarium dibutuhkan cahaya matahari yang cukup. Bila digantikan dengan lampu, maka lampu yang digunakan juga harus yang terbaik. Belum lagi mekanisme filtrasi yang cukup rumit.

“Enggak bisa sembarangan kalau paludarium. Kalau mau coba-coba silahkan saja lihat-lihat tutorialnya di youtube. Tapi pada intinya, untuk membuat sebuah ekosistem itu tidak mudah. Kita perhatikan ph- nya, oksigennya, cahayanya, fauna yang ada di dalamnya. Semua berkaitan,” tambahnya.(nda)

Editor : RP Bayu Saputra