DUMAI (RIAUPOS.CO) - Setelah menyelesaikan kunjungan di Belitung Timur (Beltim) pada Rabu (12/6) lalu, peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 KRI Dewaruci mulai berlayar rute Selat Melaka menuju Dumai, Riau.
Dia menyebut, ketika seseorang telah mendapatkan sertifikat pelayaran dan mandi khatulistiwa di KRI Dewaruci, maka tidak perlu lagi untuk mandi khatulistiwa di KRI yang lain. “Nanti tinggal tunjukan saja sertifikatnya, jadi kalau pas ke KRI lain, tidak perlu lagi ikut mandi khatulistiwa,” jelasnya. Di tengah pelayaran di larut malam muncul suara-suara berisik bernuansa mistis terdengar pagi-pagi sekali di KRI Dewaruci, yang sedang berlayar di perairan selat malaka.
Suara-suara keras dan teriakan oleh para prajurit KRI Dewaruci ditujukan untuk membangunkan para penumpang.