JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Indonesia saat ini memerlukan kapal induk untuk menunjang kekuatan Angkatan Laut. Kapal induk itu diperlukan sebagai penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) Kamis (6/2), saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AL 2025.
"Kapal induk masih dalam pengkajian. Tapi, kelihatannya kita memerlukan kapal induk untuk kepentingan OMSP terutama," terang dia kepada awak media.
Kebutuhan Angkatan Laut terhadap kapal induk sudah pernah disampaikan oleh Ali tahun lalu. Ali mengaku sudah melihat kapal induk kecil yang dibangun oleh Italia dan Turki. Menurut dia, kapal induk kecil cocok untuk TNI AL.
Mantan panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I itu pun menyampaikan beberapa contoh kapal baru yang sudah siap memperkuat TNI AL. "Dari Italia kami mendapatkan dua kapal PPA, walaupun itu kapal OPV tapi kelasnya kapal fregat," terang Ali.
Nantinya dengan tambahan kapal induk, armada Angkatan Laut Indonesia akan semakin kuat. Selain kapal induk, dalam beberapa tahun ke depan TNI AL juga bakal mendapat alutsista baru.
Adaapun dua kapal yang dimaksud oleh Ali adalah KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Dua kapal perang tersebut dibeli dari Italia oleh Kemhan. Dalam beberapa bulan ke depan, kedua kapal itu akan tiba di Indonesia untuk memperkuat Komando Armada (Koarmada) I dan Koarmada II. Tidak hanya dari luar negeri, TNI AL juga menambah alutsista buatan dalam negeri.
"Kita membangun dua Kapal Fregat Merah Putih, kemudian ada dua light fregat dari Lampung yang sudah kami luncurkan. Kemudian ada beberapa KCR dari Turki," jelas dia.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi