PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Media sosial TikTok sempat dihebohkan dengan adanya video, yang dinarasikan ada seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau yang tidak dilayani oleh petugas.
Video yang diupload akun @jelita3959 tersebut juga mendapat respons dari sejumlah pihak.
Dalam video tersebut, tampak seorang mengambil gambar sejumlah perawat yang sedang duduk. Sementara di lain sisi, ada pasien yang sedang digotong dari tempat tidur pasien oleh anggota keluarganya.
“Ni duduk-duduk doang perawat, pasiennya diturunkan sendiri. Ini rumah sakit umum daerah,” ujar wanita yang membuat video itu.
Terkait viralnya video tersebut, Wadir Bidang Medik dan Keperawatan RSUD Arifin Achmad dr Annisa Indrasari MM menjelaskan, bahwa RSUD Arifin Achmad menerima pasien rujukan dari RS Swasta dan telah memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Tidak benar bahwa pihak RSUD menolak memberikan pelayanan. Proses pelayanan dilakukan sesuai dengan kelengkapan administrasi dan indikasi medis yang menyertai rujukan.
“Pasien yang dirujuk itu tidak diberikan perintah rujukan untuk tindakan MRI secara langsung, serta tidak terdapat indikasi medis yang memerlukan rawat inap. Oleh karena itu, pasien disarankan untuk rawat jalan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di poli klinik RSUD Arifin Achmad. Selama di IGD, pasien juga sudah dilayani dengan baik,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakannya, MRI tidak dilakukan secara langsung tanpa pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter spesialis di poli klinik.
Pemeriksaan awal ini diperlukan guna menilai kebutuhan dan urgensi tindakan MRI. Meskipun saat ini fasilitas MRI di RSUD Arifin Achmad mengalami gangguan, pasien tetap dapat dirujuk untuk menjalani MRI di rumah sakit lain.
Biaya pemeriksaan tersebut tetap menjadi tanggungan RSUD Arifin Achmad sesuai ketentuan.
“Setelah edukasi dokter untuk rawat jalan, pasien telah diarahkan untuk pulang. Sesuai prosedur, informasi tersebut juga biasa dikonfirmasi ke petugas keamanan. Namun, dalam kasus ini, pasien langsung meninggalkan rumah sakit tanpa menyampaikan atau menunggu konfirmasi kepada pihak keamanan, sehingga petugas keamanan tidak mengetahui bahwa pelayanan terhadap pasien telah selesai dan pasien telah diarahkan untuk rawat jalan,” sebutnya.
Apa yang terlihat di video tersebut, dipaparkan dr Annisa, adalah pasien ketika hendak meninggalkan RSUD Arifin Achmad.
Jadi bukan ketika pasien datang ke RSUD untuk mendapatkan perawatan. Kemudian terkait narasi perawat yang terkesan duduk saja, mereka adalah para mahasiswa keperawatan yang sedang belajar.
“Jadi video itu ketika pasien akan pulang, bukan ketika pasien datang. Ketika datang, pasien sudah dilayani dan didampingi petugas sesuai dengan prosedur. Hal tersebut juga terlihat dari rekaman CCTV,” ujarnya.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. RSUD Arifin Achmad selalu berkomitmen untukmemberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” tutupnya. (sol)
Editor : M. Erizal