Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemadaman Karhutla di Tiga Daerah di Riau, Semua Kebakaran Terjadi di Lahan Gambut

Redaksi • Kamis, 17 Juli 2025 | 11:06 WIB
Satgas Gabungan kesulitan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (16/7/2025).
Satgas Gabungan kesulitan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (16/7/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Satgas Gabungan dari TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni saat ini masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga daerah Riau. Yakni di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, dan Kampar. 

Koordinator Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pekanbaru, Edwin Putra mengatakan, seluruh kebakaran terjadi di lahan gambut dengan jenis kebakaran permukaan hingga bawah gambut. “Saat ini tim gabungan masih melakukan pemadaman kebakaran di tiga daerah. Yakni Rokan Hilir, Bengkalis dan Kampar,” katanya, Rabu (16/7).

Lebih lanjut dikatakannya, untuk di Rokan Hilir tim melakukan pemadaman lahan seluas dua hektare di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih.

“Jenisnya kebakaran permukaan dengan kedalaman gambut sekitar tiga meter. Pemadaman sempat dihentikan karena kondisi tidak memungkinkan. Namum, dilanjutkan lagi ,” terangnya.

Sementara itu, pemadaman juga dilakukan di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis. Lahan terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare dengan kombinasi kebakaran permukaan dan bawah gambut. “Api di lokasi ini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Medan yang sulit serta kondisi gambut menyulitkan proses pemadaman. Kami lanjutkan hari ini,” sebut Edwin.

Sementara itu, kebakaran terluas terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar dengan luas sekitar tujuh hektare. Vegetasi di lokasi didominasi oleh kelapa sawit, semak belukar, dan pakis-pakisan.

“Jenis kebakarannya adalah kebakaran bawah, jadi cukup sulit ditangani karena api berada di dalam lapisan gambut. Kami bekerja sama dengan TNI, Polri, BPBD Kampar, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk pemadaman,” jelasnya.

Satgas gabungan sempat kesulitan melakukan pendinginan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang kemarin. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui Kasi Logistik Edison menjelaskan, satgas gabungan kesulitan melakukan pendinginan di lokasi kebakaran lahan sekitar 7 hektare karena sumber air tidak ada sehingga hanya mengandalkan mobil tanki.

“Ditambah lagi lahan yang terbakar lahan gambut. Sehingga sulit dilakukan pendinginan,” jelas Edison. Edison menambahkan,  kondisi cuaca yang panas dan berangin turut memperparah situasi di lapangan.

Api yang sempat berhasil dikendalikan kembali muncul dari dalam lapisan gambut yang terbakar. Petugas pun harus bekerja ekstrakeras untuk memastikan bara api benar-benar padam agar tidak meluas ke lahan lain yang berdekatan.

Edison menambahkan, hingga saat ini satgas gabungan terus berupaya memadamkan titik-titik api menggunakan peralatan seadanya. “Kami juga masih menunggu bantuan water bombing karena lokasi cukup sulit dijangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusdalops BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran lahan terjadi sejak Maret sampai Juli sudah 132,08 hektare lahan terbakar.  Lahan yang terbakar yang terluas di Desa Karya, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar seluas 39,5 hektare.

Masih Tertinggi di Sumatera, 9 Titik Panas Muncul di Riau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali mendeteksi adanya titik panas yang cukup tinggi di Pulau Sumatera, Rabu (16/7). Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Mari Frystine mencatat ada 21 titik panas yang terdeteksi wilayah Sumatera.

Dari jumlah tersebut, terbanyak di Riau yakni 9 titik. Sisanya di Jambi 3, Sumatera Selatan 3, Sumatera Utara 2,Bangka Belitung 2, Bengkulu 1, dan Lampung 1. “Titik panas terbanyak di Riau ada di Rokan Hilir dengan 4, Rokan Hulu 2, Bengkalis 2, dan Kampar 1,” ucapnya.(sol/kom/ayi)

Editor : Bayu Saputra
#karhutla gambut #manggala agni #riau terbakar #karhutla riau #hotspot riau #pemadaman karhutla riau #bpbd riau