Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Peserta Aksi Demo di DPRD dan Mapolda Riau Diimbau Tak Terprovokasi dan Anarkis

Tim Redaksi • Senin, 1 September 2025 | 09:09 WIB

Peta rekayasa lalu lintas dalam rangka penyampaian pendpaat di depan Gedung DPRD Riau.
Peta rekayasa lalu lintas dalam rangka penyampaian pendpaat di depan Gedung DPRD Riau.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aksi unjuk rasa akan digelar mahasiswa Riau di Gedung DPRD Riau Jalan Jenderal Sudirman dan Mapolda Riau Jalan Pattimura, Pekanbaru, Senin (1/9) hari ini. Peserta aksi diimbau tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak mudah terprovokasi sehingga bisa berjalan damai.

Aksi ini akan melibatkan ribuan mahasiswa Universitas Riau (Unri), Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Imbauan aksi damai diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto. “Kami mengharapkan teman-teman yang akan melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum besok (hari ini, red) agar dilakukan dengan damai, tertib dan mengedepankan keselamatan semuanya. Kami siap melayani,” sebutnya, Ahad (31/8).

“Jangan terprovokasi oleh hasutan siapapun yang mengarah kepada pengrusakan, penganiayaan, dan pembakaran yang akan merugikan kita semua. Kalau terjadi, kita akan melaksanakan penindakan yang tegas dan terukur sesuai prosedur aturan perundangan yang berlaku,” tambahnya.

Ia menyebutkan Polda Riau siap memberikan pelayanan pengamanan. “Polda Riau dan jajaran siap melaksanakan pelayanan pengamanan demontrasi yang profesional dan prosedural sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho juga mengimbau masyarakat untuk tetap kompak dan menjaga situasi di Kota Bertuah agar tetap kondusif. “Ini rumah kita, kita rawat bersama, dan kita jaga bersama,” ucap Agung Nugroho, Ahad (31/8).

“Bantu juga pemerintah, agar tidak ada tindakan-tindakan yang kira-kira dapat merugikan masyarakat sendiri. Kita harapkan masyarakat lebih guyub, lebih akur dan semangat bergotong royong lebih ditingkatkan dan bisa membantu program pemerintah,” tuturnya.

Imbauan juga disampaikan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru lewat maklumat yang tertuang pada surat resmi

Nomor: 145/LAMR-PKU/VIII/2025, Ahad (31/8). Maklumat yang ditekan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri Rizky Bagus Oka dan Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Seri Muspidauan itu berisi ajakan menyampaikan apsirasi secara damai dan tidak anarkis.

Dalam maklumat ini, LAMR Kota Pekanbaru menegaskan bahwa menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga. Namun hendaklah dilakukan dengan cara yang beradab, damai dan santun sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Melayu.

Datuk Seri Bagus Oka juga mengajak segenap masyarakat, khususnya anak negeri, anak kemenakan, alim ulama, cerdik pandai, ninik mamak, pemuda-pemudi, serta seluruh lapisan masyarakat di Tanah Melayu ini, menjaga ketenteraman, persaudaraan dan keamanan negeri. 

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketentraman kota ini menjadi kewajiban bersama. Maka semua berkewajiban memeliharanya dengan penuh tanggung jawab. Datuk Seri Bagus Oka juga mengingatkan, segala bentuk tindakan yang merusak, menimbulkan kekacauan, dan mencederai marwah tidaklah sejalan dengan adat serta nilai Melayu.

Ia menekankan, budaya Melayu selalu menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat. ‘’Marilah kita sampaikan aspirasi dengan damai, kita junjung marwah dengan sopan santun, serta kita jaga bersama Tanah Melayu ini agar tetap aman, tenteram, dan bermartabat,’’ imbau Bagus Oka.

Menag Ajak Tokoh Agama Tenangkan Umat
Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar mengajak para tokoh agama ikut menenangkan umat. Supaya tidak mudah terprovokasi. Pesan tersebut disampaikan Nasarudin di sela pelaksanaan Zikir dan Doa Bersama untuk Negeri di Button Tengah, Sulawesi Tenggara (30/8) malam.

Dia mengawali imbauannya kepada para masyarakat peserta demonstrasi. Nasarudin mengimbau para demonstran tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Selanjutnya Nasarudin mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menenangkan umat agar tidak terprovokasi. Dia mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan yang menjernihkan dan menyejukkan demi terus terjaganya kohesivitas sosial. “Pesan yang menenangkan agar umat tidak terprovokasi,” kata Nasarudin.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga bangsa. Dia mengimbau para pendemo untuk tidak bertindak anarkis. Karena kalau sampai anarkis atau terjadi pengerusakan fasilitas umum, justru dapat merugikan banyak pihak.

Kepada para penyuluh agama, para penceramah, kiai, dan ustaz, Nasarudin harap bisa memberikan pesan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam setiap kegiatan keagamaan yang diikuti. Imbauan yang sama disampaikan Menag kepada para pemimpin perguruan tinggi keagamaan.

“Sebagai pembina umat, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, cendekiawan dan akademisi, diharapkan dapat mengambil peran dalam menjernihkan dan menenangkan suasana,” paparnya.

Nasarudin kembali sampaikan duka mendalam karena ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa demonstrasi ini. Dia mendoakan almarhum Affan Kurniawan mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran.

Sementara itu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad, mengimbau kepada seluruh aktor layanan Bimas Islam, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, untuk berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat dan harmoni sosial. Imbauan ini disampaikan menyusul kabar duka wafatnya Affan Kurniawan pada peristiwa demonstrasi, Kamis (28/8) lalu.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran Bimas Islam, termasuk para Kepala Bidang di Kanwil, Kepala Seksi, hingga para penyuluh agama dan penghulu di lapangan, untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan,” ujar Abu.

Dia menyebutkan, kepergian almarhum merupakan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus merajut tali persaudaraan dan menjaga perdamaian. Selain itu, Abu juga mengajak seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat, termasuk para da’i, penceramah, takmir masjid, dan pimpinan ormas Islam serta majelis taklim, agar ikut serta dalam meredam dinamika sosial belakangan ini.

Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan, Satlantas Polresta Pekanbaru akan melakukan rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus lalu lintas mulai pukul 09.00 WIB hingga aksi selesai. Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Wicaksana mengatakan, tiga skenario disiapkan sesuai kondisi di lapangan.

Pertama, jika massa hanya memenuhi ruas Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan DPRD Riau, maka arus kendaraan akan dialihkan melalui Jalan Mekar Sari–Jalan Wonosari dan keluar kembali ke Jalan Sudirman arah selatan.

Kedua, bila simpang Sudirman–Arifin Ahmad hingga Flyover Hotel Premier ditutup, arus dari arah Simpang Tiga akan dialihkan ke Jalan Arifin Ahmad–Soekarno Hatta atau Jalan Paus–Jalan Tambusai. Sementara kendaraan dari Jembatan Siak IV diarahkan menuju Jalan Tambusai–Soekarno Hatta.

Ketiga, jikalau akses Flyover Harapan Raya ditutup maka pengalihan arus dari Jembatan Siak IV dibelokkan ke Jalan Harapan Raya-Jalan Surabaya-Jalan Wonosari-Jalan Sudirman. Atau arah dari Jembatan Siak IV dialihkan ke Jalan Harapan Raya-Jalan Lumba Lumba-Jalan Cemara-Jalan Rawamangun-Jalan Parit Indah-Jalan Sudirman. Bisa juga arah dari Jembatan Siak IV dialihkan Jalan Harapan Raya-Jalan Kelapa Sawit-Jalan Rawamangun-Jalan Parit Indah-Jalan Sudirman.

AKP Satrio mengimbau masyarakat untuk memahami pengalihan arus ini serta tetap berhati-hati di jalan. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Mari kita jaga keselamatan bersama dan gunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan,” imbaunya.

Dengan rekayasa lalu lintas ini, ia berharap aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar meski aksi unjuk rasa berlangsung dipusat kota. Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Polresta Pekanbaru menurunkan kekuatan penuh dengan mengerahkan 1.500 personel gabungan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyebutkan, ribuan personel ini merupakan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Mereka disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib.

“Besok (hari ini, red) kita terjunkan 1.500 personel gabungan. Selain itu, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas, salah satunya penutupan Jalan Jenderal Sudirman menuju Kantor DPRD Riau,” ujar Kombes  Pol Jeki Rahmat Mustika, Ahad (31/8).

Tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban, terutama dengan memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar aspirasi disampaikan secara damai.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Pekanbaru tetap aman dan kondusif. Mari kita kawal aspirasi mahasiswa dengan damai, tertib, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Salat Ghaib
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengikuti Salat Ghaib dan doa bersama bagi almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam insiden di Jakarta. Salat ini dipimpin oleh Imam Besar Masjid Raya An-Nur Amin Yono usai Salat Isya di Masjid Raya Annur, Pekanbaru, Sabtu (30/8) malam.

Usai kegiatan, Gubernur Riau mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi. Kegiatan ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Polda Riau, komunitas driver ojol se-Kota Pekanbaru, hingga masyarakat umum. 

Gubernur Riau mengapresiasi semangat kebersamaan dan solidaritas para pengemudi ojol yang turut hadir mengenang rekan mereka. “Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan. Jangan ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memperkeruh suasana,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas daerah. Kemudian menegaskan, Riau harus menjadi contoh daerah yang mampu mengelola perbedaan dengan damai. “Kebersamaan seperti ini membuktikan bahwa Riau adalah rumah besar bagi semua warganya. Kita harus terus merawat rasa saling menghormati dan gotong royong,” ujarnya.

SMAN 8, SMKN 2, dan Unri Belajar Daring
Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring) kepada siswa yang sekolahnya berada di sekitar lokasi demonstrasi, Senin (1/9) hari ini. Sekolah tersebut yakni SMAN 8 Pekanbaru dan SMKN 2 Pekanbaru.

“Untuk sekolah yang berada dekat lokasi demonstrasi akan diterapkan sistem belajar daring. Yakni SMAN 8 dan SMKN 2 Pekanbaru,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya kepada Riau, Ahad (31/8)

Kebijakan sistem belajar daring ini diterapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan sistem belajar daring, para siswa tetap dapat dikontrol karena sistem absen akan tetap dijalankan. “Meskipun daring tapi absen akan tetap jalan. Proses belajar juga akan tetap full seperti biasanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta para kepala sekolah untuk memantau kegiatan para murid agar tetap berada di lingkungan sekolah dalam waktu proses pembelajaran berlangsung. Berikan siswa tugas penting seperti ulangan agar siswa serius dalam pembelajaran.


“Kami juga mengimbau kepada para murid untuk langsung pulang ke rumah pada saat waktu pembelajaran selesai dan tidak mampir ketempat lain apabila tidak ada keperluan. Para murid untuk tidak ikut-ikutan apabila diajak oleh pihak tertentu untuk kegiatan demonstrasi tanpa izin pihak sekolah dan menyampaikan ke sekolah apabila mendapat informasi tentang ajakan tersebut,” imbaunya.

Disdik Pekanbaru Tunggu Arahan Wali Kota
Kabar menyebutkan seluruh sekolah di Pekanbaru diliburkan pada Senin (1/9) beredar luas di tengah masyarakat, Ahad (31/8). Informasi tersebut bahkan mencantumkan nomor Surat Edaran (SE) Wali Kota Pekanbaru, yakni 400.3/Disdik/2791/2025.

Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Hingga Ahad (31/8) malam, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho belum menandatangani surat apa pun terkait libur sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Masykur Tarmizi menjelaskan, saat ini memang ada pertimbangan mengenai opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi, apabila situasi di lapangan kurang kondusif akibat rencana aksi demonstrasi. “Kami masih menunggu arahan dari bapak wali kota serta masukan dari pihak keamanan terkait rencana aksi unjuk rasa besok (hari ini, red),” jelasnya.

Masykur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi. “Keputusan baru akan dikeluarkan jika sudah ada arahan final dari Pak Wali Kota. Jadi jangan mudah percaya,” tuturnya.

Sementara itu, di tingkat perguruan tinggi, Universitas Riau (Unri) juga resmi memberlakukan sistem perkuliahan daring untuk seluruh kegiatan akademik selama dua hari, Senin (1/9) hari ini dan Selasa (2/9) besok. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Rektor Universitas Riau Nomor: 35329/UN19/TU.00.01/2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Akademik dan Non-akademik Secara Daring di Lingkungan Universitas Riau.

Kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi atas perkembangan situasi terkini, terutama adanya gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah yang dinilai berpotensi menghambat kelancaran serta mengurangi kenyamanan kegiatan akademik di kampus.

“Demi menjaga keselamatan sivitas akademika, seluruh kegiatan akademik seperti perkuliahan, seminar, ujian, praktikum, dan aktivitas lainnya dilaksanakan secara daring melalui LMS Selasi pada periode Senin sampai Selasa, 1-2 September 2025,” tulis Rektor Universitas Riau, Prof Dr Sri Indarti SE MSi dalam surat edaran yang ditandatangani 31 Agustus 2025.

Selain itu, seluruh pegawai ASN maupun non-ASN Unri juga melaksanakan tugas kedinasan dari rumah (WFH). Pengaturan WFH dan WFO dilakukan dengan skema 50:50 khusus untuk wilayah Kampus Binawidya. Sementara untuk Kampus Pattimura dan Fakultas Kedokteran, seluruh pegawai melaksanakan WFH penuh.

Meski demikian, pimpinan universitas, fakultas, serta unit/lembaga tetap berkantor dengan memperhatikan aspek keamanan perjalanan dari dan menuju kampus. Adapun pegawai yang menjalankan fungsi kritis, seperti petugas keamanan, kebersihan, jaringan IT, rumah sakit, dan klinik, tetap diwajibkan bekerja dari kantor.

Rektor juga mengimbau seluruh sivitas akademika Unri untuk menjaga ketertiban, mengutamakan keselamatan, serta tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Sementara Wakil Rektor III Unri Prof Dr Hermandra MA mengatakan, Unri memberlakukan sistem perkuliahan daring untuk seluruh kegiatan akademik, 1–2 September 2025.

“Iya benar, perkuliahan besok (hari ini, red) dilakukan secara daring. Bukan diliburkan ya, tapi dilakukan secara daring di masing-masing fakultas,” ujar Hermandra.(end/nda/dof/sol/ilo)

Editor : Arif Oktafian
#anarkis #demo #demo pekanbaru #unjuk rasa #dprd #polda riau