PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Jumat (31/10). Antrean paling mencolok terjadi di SPBU Jalan HR Soebrantas dan Jalan Kaharuddin Nasution.
Di SPBU Jalan HR Soebrantas, antrean kendaraan didominasi truk angkutan barang dan sebagian mobil pribadi yang mengisi bahan bakar jenis solar. Sejumlah sopir tampak menunggu giliran. “Sudah hampir 30 menit saya antre, tapi belum juga sampai di depan. Biasanya nggak selama ini,” ujar Herman, sopir truk.
Ia mengaku antrean seperti ini sering terjadi. Dia berharap pasokan solar tetap lancar agar aktivitas pengiriman barang tidak terganggu.
“Kalau pasokan tersendat, otomatis pengiriman ikut tertunda,” tambahnya.
Sementara itu, Ari, salah seorang petugas SPBU Jalan HR Soebrantas, membenarkan terjadi peningkatan pembelian solar sejak beberapa hari terakhir. Ia mengatakan sebagian besar yang antre merupakan kendaraan angkutan barang lintas dalam kota.
“Memang sejak beberapa hari ini antreannya agak panjang, tapi stok solar di sini masih aman. Setiap hari kami dapat pasokan sesuai jadwal dari Pertamina,” jelas Ari sambil tetap sibuk mengatur aliran kendaraan di jalur pengisian.
Antrean serupa juga terlihat di SPBU Jalan Kaharuddin Nasution. Petugas di sana memastikan bahwa tidak ada kelangkaan bahan bakar, melainkan peningkatan permintaan dari konsumen.
Pihak SPBU berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Solar masih aman, tidak ada pengurangan distribusi. Mungkin karena aktivitas angkutan meningkat, jadi permintaan ikut naik,” kata Rahmad, petugas SPBU.
Beberapa sopir menilai antrean ini masih dalam batas wajar asalkan ketersediaan bahan bakar tidak terganggu. “Yang penting jangan sampai habis. Nunggu lama nggak apa-apa, asal pas giliran tetap bisa isi,” tutur Doni sopir truk lainnya.
Di SPBU Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Jumat (31/10) malam, tak terlihat antrean kendaraan di pengisian solar. Padahal, baru menunjukkan pukul 19.18 WIB. Kondisi ini terlihat berbeda dari kondisi Jumat pagi. Di mana antrean panjang kendaraan cold diesel, L300, mobil pikup, dan kendaraan pribadi seperti Pajero Sport dan Fortuner mengular.
Antrean kendaraan bahkan dari arah berbeda. Satu dari arah Telukkuantan dan satu dari arah Pekanbaru. Hanya antrean kendaraan pribadi roda empat dan roda dua yang terlihat antre mengisi pertalite. Namun tidak terlalu panjang.
Menurut Administrator SPBU Sungai Jering, Mega Wahyuni, pasokan bio solar normal dan tidak ada pengurangan, yakni 16 KL per hari. Hanya saja, pasokan bio solar datang lebih awal Kamis (30/10) malam.
“Kalau bio solar, pasokan normal. Cuma malam tadi datang lebih awal. Nah sekarang, mungkin pasokan solar datang sekitar pukul 23.00 WIB atau pukul 00.00 WIB,” ujarnya. Sementara untuk pertamax 92 yang juga terlihat kosong, kata Mega, memang stoknya yang kosong di Pertamina. “Jadi itu kondisinya,” kata Mega.
Wabup Rohul Sidak
Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi hampir sepekan terakhir di sejumlah SPBU di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terutama di SPBU Pasirpengaraian. Fenomena ini terjadi akibat keterlambatan pasokan dan berkurangnya kuota BBM subsidi jenis bio solar.
Pantauan di lapangan, Jumat (31/10), antrean kendaraan jenis dump truk, pikup dan mobil pribadi terlihat mengular di SPBU hingga ke Jalan Tuanku Tambusai di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. Sejak malam hingga pagi, para sopir sudah menunggu kedatangan mobil tangki Pertamina yang membawa pasokan BBM subsidi.
Manajemen SPBU mengungkapkan, pasokan solar kini hanya mencapai 8 ribu liter per hari, jauh berkurang dari kuota biasanya yang mencapai 16 ribu liter. Akibatnya, BBM yang datang sekitar pukul 10.00 WIB biasanya sudah habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.
Melihat kondisi itu, Wakil Bupati (Wabup) Rohul H Syafaruddin Poti SH MM turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pasirpengaraian, Jumat (31/10). Dalam sidak tersebut, ia mendengarkan langsung keluhan para sopir truk dan pengendara kendaraan bermotor lainnya yang rela antre berjam-jam untuk mendapatkan solar sampai ke ruas jalan Tuanku Tambusai.
“Setiap hari antrean pengisiam BBM bio solar sejak pagi. Begitu mobil tangki Pertamina datang di SPBU, BBM bio solar paling lama satu jam langsung habis,” ujar salah seorang petugas SPBU Pasirpengaraian di hadapan Wabup Syafaruddin Poti saat sidak.
Namun untuk melakukan pembatasan pengisian BBM solar terhadap kendaraan bermotor, pihaknya mengaku belum mendapatkan instruksi dari manajemen. ‘’Kami akan koordinasikan dengan manajemen,’’ katanya.
Wabup Syafaruddin menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari solusi terkait berkurangnya kuota dan keterlambatan distribusi BBM subsidi di SPBU Rohul.
Sebagai langkah sementara, Wabup meminta pihak SPBU agar membatasi pengisian BBM subsidi per kendaraan. Tujuannya agar distribusi lebih merata dan seluruh pengguna, terutama angkutan barang dan transportasi umum, tetap bisa memperoleh bahan bakar.
Dengan pembatasan pengisian, diharapkan antrean panjang bisa dikurangi dan distribusi lebih adil. Pemerintah daerah juga akan menyampaikan kondisi ini ke Pertamina agar pasokan segera normal kembali. “Kita melihat sendiri bagaimana para sopir rela antre bahkan sejak malam hari untuk menunggu datangnya BBM. Ini tentu menjadi perhatian serius,” ujar Wabup.
Sementara itu, sejumlah sopir berharap agar pemerintah segera menambah pasokan Bio Solar ke Rohul. Mereka menilai, antrean panjang tidak hanya membuang waktu, tetapi juga berdampak pada keterlambatan distribusi barang dan operasional usaha transportasi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran BBM bersubsidi jenis bio solar di wilayah Provinsi Riau tetap berjalan dengan baik dan terkendali. Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu disebabkan adanya penyesuaian kecukupan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
“Pertamina Patra Niaga terus melakukan pemantauan bersama tim operasional dan memastikan pasokan BBM subsidi tersalurkan sesuai alokasi kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Hingga saat ini, stok BBM subsidi jenis bio solar di wilayah Riau berada dalam kondisi aman dan penyaluran tetap berlangsung sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Menjelang akhir tahun, Pertamina bersama lembaga penyalur terus melakukan langkah pengendalian agar penyaluran BBM subsidi tetap sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah, sehingga ketersediaan energi bagi masyarakat dapat terjaga hingga akhir periode anggaran.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai peruntukannya dan tidak melakukan penimbunan. Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut terkait ketersediaan produk BBM dan elpiji, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135.(ilo/dac/epp/azr)
Editor : Bayu Saputra