PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau hingga saat ini mencatat total luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau mencapai 2.059 hektare (ha). Karhutla tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, dari jumlah luasan karhutla seluas 2.059 ha tersebut, juga tercatat sebanyak 525 fire spot atau titik api. Kemudian untuk hotspot tercatat sebanyak 3.125 titik.
“Untuk total luas karhutla di Riau mencapai 2.059 ha yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Artinya semua daerah di Riau sudah terjadi karhutla,” ujarnya.
M Edy merincikan, luasan karhuta di Rokan Hulu yakni 238 ha, Rokan Hilir 441 ha, Dumai 107 ha, Bengkalis 110 ha, Kepulauan Meranti 205 ha, Siak 122 ha.
“Kemudian selanjutnya Kota Pekanbaru 70 ha, Kabupaten Kampar 338 ha, Pelalawan 144 ha, Indragiri Hulu 105 ha, Indragiri Hilir 156 ha dan Kuantan Singini 18 ha,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kondisi terkini karhutla di Riau saat ini sudah dapat dikendalikan. Namun memang masih terdapat asap, sehingga masih perlu dilakukan upaya pemadaman lebih lanjut.
“Apinya sudah dapat dikendalikan, namun memang masih ada asapnya. Karena itu upaya pemadaman masih akan terus dilakukan hingga benar-benar tuntas,” sebutnya.
Dalam upaya melakukan pemadaman karhuta di dua daerah tersebut, pihaknya juga mengerahkan helikopter water bombing, namun memang saat ini jumlahnya terbatas.
“Helikopter water bombing juga dikerahkan, namun tidak banyak karena beberapa sudah dikembalikan ke pusat,” ujarnya.
Untuk menanggulangi karhutla di Riau, saat ini sudah terdapat personel gabungan yang disiagakan dan tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau. Hal tersebut sebagai upaya gerak cepat jika terjadi karhutla.
“Langkah antisipasi tetap dilakukan. Saat ini juga ada personel yang siap siaga dan bisa diturunkan jika terjadi karhutla,” ungkapnya.
Dikatakannya, para personel tersebut merupakan gabungan dari seluruh unsur terkait. Mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, TNI-Polri hingga Manggala Agni.
“Selain personel, kita juga siap dengan peralatan pendukungnya seperti pompa dan selang,” katanya.
Karhutla Landa Salo dan Bangkinang Kota, 4,31 Hektare Lahan Hangus
Karhutla terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Kampar pada Sabtu (8/11). Total lahan yang hangus terbakar di Desa Salo Timur (Kecamatan Salo) dan Kelurahan Langgini (Kecamatan Bangkinang Kota) diperkirakan mencapai 4,31 hektare. Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar, Adi Candra, menjelaskan kedua insiden tersebut ditangani oleh Tim Satgas Gabungan. Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, sekitar pukul 12.30 WIB. Api melahap lahan mineral gambut milik masyarakat yang ditumbuhi semak belukar.
titiBaca Juga: 31 Titik Panas Terdeteksi, Riau Tertinggi di Sumatera
“Luas lahan terdampak di Salo Timur diperkirakan mencapai lebih kurang 3,61 hektare,” ujar Adi Candra.
Jenis kebakaran teridentifikasi sebagai surface fire dan ground fire (api permukaan dan bawah permukaan tanah), sehingga membutuhkan penanganan ekstra.
Berselang beberapa jam, sekitar pukul 15.32 WIB, laporan kebakaran kedua masuk dari lokasi Sungai Sungsang, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Di lokasi kedua ini, api membakar lebih kurang 0.70 hektare lahan dengan kondisi serupa.
Adi Candra menjelaskan, tim Satgas Gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kampar, TNI, Polri (termasuk Kapolsek Bangkinang Kota dan Kapolsek Bangkinang Barat), serta dibantu masyarakat, langsung turun ke kedua lokasi. Tim segera melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan menggunakan berbagai peralatan seperti mesin pompa dan selang.
“Kondisi terkini di kedua lokasi api sudah padam namun masih berasap. Proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan api tidak timbul kembali,” jelas Adi.
Kebakaran ini terjadi di tengah kondisi cuaca cerah berawan dengan suhu panas mencapai 31°C dan kelembapan rendah 51 %. Penyebab kedua kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan.
Laporan BPBD juga mencatat kualitas udara (ISPU) di Kabupaten Kampar per pukul 19.00 WIB berada di angka 81 atau kategori ‘Sedang’ dengan parameter kritis PM 2.5. Selain itu, satelit NASA juga mendeteksi tiga titik panas (hotspot) lainnya dengan tingkat kepercayaan medium di wilayah Kecamatan Kampar Kiri pada hari yang sama.
Riau Sumbang 69 Hotspot, Tertinggi di Sumatera
Jumlah titik panas Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir belum mengalami penurunan. Bahkan berdasarkan pantauan radar citra satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sabtu (8/11) total hotspot di Riau berkisar 69 titik yang tersebar di delapan daerah.
Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera berkisar 82 titik panas dan yang terbanyak ada di Provinsi Riau dengan 69 titik, disusul Sumatera Utara 1, Sumatera Barat 6, Jambi 2, dan Bangka Belitung 4.
“Titik panas di Riau terbanyak ada di Kabupaten Rokan Hilir dengan 31 hotspot disusul Bengkalis 1, Kampar 5, Pelalawan 11, Rokan Hulu 1, Siak 3 ,Indragiri Hilir 14, Indragiri Hulu 3,” jelasnya.
Sementara itu, prakiraan cuaca di Provinsi Riau akhir pekan ini secara umum cerah hingga berawan sepanjang hari. Sejak pagi hari cuaca diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Kondisi serupa akan berlanjut hingga siang dan sore hari.
Malam hari cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan, sementara dini hari cenderung berawan dengan udara sedikit kabur.
Suhu udara, BMKG mencatat berkisar antara 24 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 97 persen. Angin berembus dari arah barat menuju utara dengan kecepatan 10 hingga 30 km per jam, serta prakiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah.(sol/kom/ayi/muh)
Editor : Bayu Saputra