JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto, memaparkan berbagai perkembangan dan agenda strategis pembangunan Riau dalam Seminar Nasional sekaligus pelantikan pengurus Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) masa bakti 2025–2028 yang digelar di Jakarta, Ahad (14/12/2025).
Dalam forum yang dihadiri Ketua dari 12 Ikatan Keluarga Kabupaten/Kota (IKK) se-Riau tersebut, Plt Gubri menegaskan bahwa kemauan dan kerja keras menjadi modal utama dalam membangun daerah, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Yang penting itu apa yang bisa kita kerjakan. Jangan menunggu sempurna, tapi bergerak dan memberi manfaat,” kata SF Hariyanto di hadapan peserta seminar di Jakarta, Ahad (14/12/2025).
Pada kesempatan itu, SF Hariyanto mengungkapkan sejumlah capaian dan fokus kebijakan Pemprov Riau, salah satunya penguatan hilirisasi crude palm oil (CPO) sawit yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Riau. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah ekonomi tidak hanya berhenti pada sektor hulu.
Ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan Hotel Riau di kawasan Slipi, Jakarta. Proyek tersebut saat ini telah menuntaskan proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan ditargetkan pada Oktober 2026 Riau telah memiliki gedung representatif sendiri di ibu kota.
Terkait kondisi keuangan daerah, Plt Gubri mengakui APBD Riau sempat menghadapi tantangan. Salah satu kebijakan yang diambil adalah pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebesar 30 persen sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Namun kami optimistis, kondisi fiskal Riau pada 2026 akan jauh lebih baik,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa program beasiswa bagi anak-anak Riau menjadi pekerjaan rumah serius Pemprov. Tahun 2026, jumlah beasiswa akan ditingkatkan guna menyiapkan sumber daya manusia Riau yang unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak Riau punya kesempatan yang lebih luas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. Menurutnya, PMRJ sebagai organisasi diaspora Riau telah terbukti berpengalaman dan konsisten membantu daerah melalui berbagai masukan dan jejaring strategis.
“Tidak ada pembangunan tanpa kerja sama. PMRJ harus terus menjadi motor penggerak dan mitra strategis Pemprov Riau. Masukan dari PMRJ selalu kami nantikan,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Riau juga merencanakan peningkatan kawasan Anjungan Riau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, melalui dukungan program CSR. Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat Riau di ibu kota.
Seminar nasional ini juga dihadiri mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhadjar, serta mantan Wakapolri sekaligus Ketua PMRJ dua periode, Komjen Pol (Purn) Gatot Eddy Pramono, yang turut memberikan pandangan mengenai peran strategis PMRJ dalam mendukung pembangunan daerah.(yus)
Editor : Edwar Yaman