PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum menangkap pergerakan harimau yang diduga menangsa ternak milik warga Desa Dayun, Kabupaten Siak, yang terjadi pada pekan lalu itu.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, hingga Senin (15/12/2025), tim di lapangan masih terus berupaya mengidentifikasi individu harimau yang diduga menjadi pelaku penerkaman ternak tersebut.
''Tim BBKSDA Riau bersama aparat desa, unsur TNI–Polri, dan masyarakat setempat telah melakukan verifikasi lapangan untuk mengumpulkan data dan bukti awal,'' ujarnya.
Dari hasil pengecekan sementara, sebut Supartono, memang ditemukan indikasi jejak, pola luka pada ternak, serta ciri-ciri lokasi kejadian yang mengarah pada dugaan keberadaan harimau sumatera di sekitar kawasan tersebut.
''Namun identifikasi final masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Sebagai langkah awal, Tim BBKSDA Riau telah melakukan pemasangan kamera jebak pada beberapa lokasi menurut arah pergerakannya. Pemantauan intensif jalur pergerakan satwa terus dilakukan,'' jelas Supartono.
Selain itu tim di lapangan menurutnya Supartono melakukan peningkatan patroli di sekitar lokasi kejadian. Hal ini guna memastikan keamanan masyarakat dan memantau aktivitas satwa liar masih terus dilakukan.
''Selain itu, tim di lapangan juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas,'' ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seekor ternak jenis sapi milik warga Desa Dayun bernama Selamat diterkam harimau pada Rabu (10/12/2025). Sapi ditemukan mati dengan luka pada bagian tubuh belakang dan paha atas.
Sapi itu sebelumnya dilepas merumput oleh pemiliknya di areal kebun sawit milik warga bernama Purba. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.
Usai menerima laporan tersebut, Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah setempat dan masyarakat kemudian turun ke lokasi kejadian. Hasil pengamatan setelah diidentifikasi menunjukkan adanya jejak kaki satwa, diduga harimau sumatera dengan ukuran sekitar 15 cm.(end)
Editor : Edwar Yaman