Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kaleidoskop Kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun 2024-2025

Joko Susilo • Rabu, 17 Desember 2025 | 10:34 WIB

Kakanwil dan jajaran menyambut kedatangan Menteri Agama RI Prof Dr H Nasaruddin Umar MA setibanya di Provinsi Riau, dalam rangka Pembinaan ASN.
Kakanwil dan jajaran menyambut kedatangan Menteri Agama RI Prof Dr H Nasaruddin Umar MA setibanya di Provinsi Riau, dalam rangka Pembinaan ASN.


Tahun 2025 bukan sekadar pergantian kalender bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, melainkan ruang pembuktian bahwa pelayanan keagamaan dapat kuat, membumi, dan membanggakan. 

Sejak memimpin pada 14 Oktober 2024, Dr H Muliardi M Pd-putra petani dari Kuok-meyakini keberhasilan organisasi bukan terletak pada jabatan, tetapi pada manfaat yang dirasakan umat. 

“Jabatan hanyalah amanah, nilai pemimpin dilihat dari apa yang ditinggalkannya untuk umat,” ujarnya. 

Sebagai institusi negara, Kementerian Agama memikul mandat besar, menghadirkan pendidikan keagamaan, membimbing umat, menjaga kerukunan, mengelola rumah ibadah, membina madrasah, serta menguatkan filantropi dan keluarga. 

Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Resmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan via Kemenag Kota Pekanbaru

Tahun 2025 menjadi fase reposisi kelembagaan, ketika penyelenggaraan haji dan umrah dialihkan ke kementerian baru. Ini bukan pelepasan peran, tetapi penajaman fokus Kemenag pada layanan inti pendidikan agama, kerukunan, zakat-wakaf, pelayanan keagamaan, dan tata kelola yang transparan. 

“Meski mandat berubah, substansi layanan semakin menguat pada kebutuhan umat,” tegasnya. 

Sebelum memasuki 2025, fase kepemimpinan saat Plt dan awal 2024 telah menjadi penebal fondasi perubahan. Pada periode ini, berbagai capaian strategis menunjukkan kesiapan Riau untuk bergerak lebih jauh.

Di antara prestasi penting pada masa itu adalah: 
1. Humas Kemenag Award 2024-Pengelolaan Website Terbaik Kanwil tingkat nasional. 
2. Pendidikan madrasah bertaraf nasional hingga internasional, mencetak generasi berprestasi sekaligus berjiwa entrepreneur. 
3. Ratusan siswa madrasah melanjutkan studi ke luar negeri, menegaskan daya saing global lulusan Riau. 
4. Penguatan kemandirian pesantren melalui inkubasi bisnis dan ekosistem kewirausahaan santri. 
5. Layanan keagamaan makin inklusif melalui KUA modern, bimbingan perkawinan, dan pengarusutamaan keluarga maslahat. 
6. Ekspansi PLHUT hampir di seluruh kabupaten/ko­ta, mendekatkan akses layanan haji dan umrah kepada masyarakat. 
7. Pelayanan publik makin cepat lewat PTSP hingga level daerah. 
8. Penerbitan lebih dari 25.000 sertifikat halal dan 96.000 lebih produk bersertifikasi, menjadikan Riau salah satu provinsi paling progresif dalam industri halal nasional. 
9. Penguatan keru­kunan umat beragama melalui moderasi, dialog lintas iman, dan pembinaan tokoh agama. 
10. Digitalisasi tata kelola menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. 
11. Implementasi 7 program prioritas nasional Kemenag diterapkan sebagai gerakan kerja, bukan sekadar konsep di atas kertas. 

Baca Juga: STQ Kuansing Berakhir, Ini Kata Kemenag Dan Bupati Kuansing

Semua prestasi ini menjadi jembatan bagi akselerasi capaian 2025, bahwa perubahan bukan muncul seketika, tetapi dibangun melalui keberanian memulai dan konsistensi menindaklanjuti. 

Ekoteologi, Kurikulum Cinta, Trilogi Kerukunan, dan Madrasah yang Bertumbuh 
Fokus baru Kemenag diterjemahkan dalam orientasi Kemenag Berdampak, di mana agama dipahami sebagai energi kesejahteraan, kebersamaan, dan keberlanjutan. Salah satunya melalui ekoteologi, yakni memaknai kepedulian ekologis sebagai kesalehan. 

Di Riau, gerakan ini hadir melalui penanaman sejuta pohon matoa oleh ASN, penyuluh, hingga madrasah-pohon sebagai simbol ibadah jangka panjang. 

“Keimanan tidak berhenti di rumah ibadah, ia harus hadir di bumi, air, dan pohon,” ucap Muliardi. 

Gerakan ini menyatu dengan kurikulum cinta yang menanamkan empati dan kemanusiaan dalam pembelajaran, layanan, hingga budaya birokrasi. Trilogi Kerukunan Kemenag diterjemahkan lewat pembinaan tokoh agama, dialog lintas iman, dan komunikasi damai. 

“Kerukunan bukan dijaga melalui perintah, tetapi dirawat melalui kedekatan,” ujarnya. 

Transformasi nilai diperkuat investasi fisik dan ekosistem pendidikan. Pada 2024/2025, sekitar Rp167 miliar dialokasikan untuk penguatan madrasah, pembangunan 11 ruang kelas baru, rehabilitasi 96 madrasah, dan lahirnya program HPTC yang menumbuhkan 5 madrasah unggul dan diperluas menjadi 57 titik pada 2025/2026. 

“Madrasah harus kokoh secara nilai, bukan hanya besar secara fisik,” tegas­nya. 

Selain madrasah, pesantren Riau menjadi nadi pembinaan karakter dan kemandirian, berkembang menjadi sentra literasi sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kewirausahaan. 

“Pesantren adalah sekolah jiwa, ia melahirkan orang alim dan penggerak ekonomi umat,” ujarnya. 

Baca Juga: Tes Kemampuan Akademik Dilaksanakan Mulai Besok. Kemenag Tegaskan MA Sudah Siap

Tahun Prestasi: Kemenag Riau Bicara di Panggung Nasional dan Dunia 
Transformasi nilai itu berbuah nyata, terutama dalam ranah filantropi Islam. “Keberagamaan tidak boleh berhenti pada ritual, ia harus memeluk kemiskinan dan menumbuhkan budaya memberi,” tegasnya. 

Melalui Program Kampung Zakat, zakat dan wakaf ditanam kembali ke masyarakat sebagai energi sosial yang menghidupkan pendidikan, ekonomi kecil, dan harapan keluarga. 

Zakat dan wakaf ditata ulang: ASN berbagi bukan karena perintah, penyuluh tidak hanya mengutip ayat, tetapi menghidupkan makna. 

“Agama bukan hanya mengatur ibadah, tetapi menolong kehidupan,” ujarnya. 

Di antara Prestasi Kemenag Riau 2025 
1. Pengumpul Wakaf Uang Terbanyak Nomor Satu se-Indonesia. 
2. Juara II MHQ Internasional 2025 atas nama Bayu Wibisono Damanik. 
3. Prestasi OSN 2025 tertinggi di Sumatera, MAN 1 Pekanbaru masuk 4 besar nasional. 
4. *Penghargaan e- learning Peningkatan Pemahaman Gratifikasi*. 
5. Juara Umum Lomba Esai Nasional (LETIN) 2025 -MAN 1 Kuantan Singingi. 
6. Rangkaian medali Olimpiade Madrasah Indonesia 2025. 
7. Juara Tilawah dan Dakwah Kebangsaan Festival Majelis Taklim Nasional. 
8. Tiga kemenangan Olimpiade PAI Nasional. 
9. The Most Visionary Educational Leader 2025 untuk Kepala MAN 1 Meranti. 
10. Meraih 12 Kejuaraan pada MQK 2025. 
11. Ratusan prestasi siswa madrasah di tingkat nasional dan internasional. 
12. Implementasi Kampung Zakat dan Filantropi Berbasis Umat. 
13. Revitalisasi madrasah dan ekosistem nilai melalui Rp167 miliar program pendidikan. 
14. Penguatan kerukunan nasional melalui Trilogi Kerukunan Kemenag.

Penutup 
Kaleidoskop Kemenag menghadirkan satu pelajaran penting  bahwa Kemenag Riau bukan hanya hadir sebagai institusi layanan publik, tetapi sebagai rumah kepemimpinan nilai, tempat prestasi menjadi budaya, pelayanan menjadi ibadah, dan perubahan ditenun menjadi manfaat nyata bagi umat. 

Fondasi yang dibangun sejak periode Plt 2023-2024 mulai dari penguatan tata kelola, kemandirian pesantren, digitalisasi layanan, hingga prestasi madrasah menjadi batu pijak bagi lompatan tahun 2025. Prestasi demi prestasi yang dicatatkan bukanlah piala yang dipajang, tetapi jejak kerja kolektif yang dirasakan masyarakat. 

Namun bagi Muliardi, semua capaian itu hanyalah awal. “Prestasi adalah titik mulai pekerjaan sejati kita ialah memastikan ia terus berbuah,” ujarnya. 

Maka arah langkah Kemenag Riau ke depan semakin jelas mengokohkan madrasah sebagai mata air ilmu, menjadikan pesantren kawah peradaban, merawat kerukunan sebagai ruh kebangsaan, dan menghadirkan agama sebagai cahaya yang menenteramkan kehidupan. 

Dengan semangat itu, Kemenag Riau melangkah ke tahun-tahun berikutnya bukan sekadar untuk mencatat angka baru, tetapi untuk memperdalam dampak, memperluas keberkahan, dan memastikan setiap kebijakan menemukan wajahnya dalam kesejahteraan umat.***

Editor : Arif Oktafian
#kaleidoskop #kemenag #riau #2025