Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Anggaran Dikurangi, Sampah Tak Terangkut

Desriandi Candra • Kamis, 8 Januari 2026 | 11:30 WIB

Tumpukan sampah di belakang eks terminal Pasar Lumpur dibuang begitu saja. Setiap hari, oknum warga membuang sampah di area ini. Foto diambil Selasa (6/1/2026).
Tumpukan sampah di belakang eks terminal Pasar Lumpur dibuang begitu saja. Setiap hari, oknum warga membuang sampah di area ini. Foto diambil Selasa (6/1/2026).

TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) - Akhir-akhir ini, sampah terlihat bertumpuk dan lambat diangkut oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sehingga menimbulkan pemandangannya yang tak sedap. 

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing Delis Martoni mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi keterlambatan pengangkutan sampah itu yakni, jumlah tenaga kebersihan yakni THL sudah satu tahun ini dikurangi, dari 305 orang menjadi 205 orang. Kemudian, anggaran harian untuk kendaraan pengangkutan sampah, seperti bensin, ganti oli dan ban kendaraan, juga dikurangi. Padahal, anggaran itu berkaitan dengan rutinitas kebutuhan armada. 

’’Anggaran ini dikurangi, personel dikurangi, sementara kendaraan ini bergerak setiap hari untuk mengangkut sampah. Dan kami dulu sudah menyampaikan keberatan dengan pengurangan itu. Karena akan berdampak seperti ini nantinya,’’ tegas Delis Martoni menjawab Riau Pos, Rabu (7/1). 

Delis Martoni mengatakan, faktor bertumpuknya sampah di daerah yang bukan tempat pembuangan sampah, juga dipengaruhi tingkat kesadaran sebagian masyarakat yang masih kurang. 

Contohnya, banyak sampah-sampah liar yang ditemukan. Sampah-sampah itu seenaknya dibuang di pinggiran jalan. Misalnya di ruas jalan lintas di Desa Pulau Komang Sentajo, sampah liar di belakang eks terminal pasar lumpur, di belakang ruas Jalan Alkal-Sungai Sinambek, dan beberapa titik lainnya. 

Retribusi kebersihan itu, kata Delis, tidaklah besar. Hanya Rp20.000 per bulan, yang dananya masuk ke PAD Kuansing. ’’Jadi ada rasa tanggung jawab kita bersama menjaga kebersihan,’’ ujarnya. 

Untuk menyikapinya itu, DLH Kuansing sekarang tengah menyusun Perda tentang pengelolaan sampah. Perda ini nantinya akan melibatkan desa dan kelurahan. Dimana juga akan menjadi salah satu syarat pencairan dana ADD. 

‘’Kalau ini diberlakukan, maka semua desa akan terlihat menjaga kebersihan lingkungannya. Sedangkan lurah dan kepala lingkungan, akan terlibat menjaga kebersihannya di daerah perkotaan. Kita ingin semua terlibat menjaga kebersihan lingkungan dari sampah-sampah ini,’’ ujar Delis Martoni. 

Dikatakan Delis, strategi ini pernah diterapkan di Kota Pekanbaru saat Herman Abdullah memimpin. Hasilnya, Kota Pekanbaru beberapa kali mendapatkan Adipura. ‘’Dan kita akan coba terapkan pola ini lewat perda yang kita susun,’’ ujarnya.(hen) 


Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

 

Editor : Arif Oktafian
#dlh kuansing #Telukkuantan #Sampah #pengurangan anggaran