BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Angka kasus kekerasan seksual di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Kasus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun dan meskipun sempat mengalami penurunan tapi penurunan yang terjadi tidak signifikan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Rohil Cici Sulastri, akhir pekan lalu.
”Pada tahun 2023, terdapat sebanyak 66 kasus yang ditangani Dp2KBP3A Rohil, sementara pada tahun 2024 meningkat menjadi sebanyak 77 kasus, dan pada tahun 2025 tercatat sebanyak 76 kasus,” kata Cici.
Dari jumlah kasus yang ada tersebut, terang Cici, bisa dinilai bahwa kasus kekerasan seksual di Rohil jumlahnya masih cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian serius.
Cici menyebutkan, dari jumlah kasus kekerasan seksual itu mayoritas terhadap anak atau mendominasi. Disamping itu juga terdapat kasus lain yang melibatkan pelaku atau korban anak seperti perundungan, penyebaran video porno, KDRT, pengancaman, penganiayaan, narkoba, pencurian, hingga melarikan anak di bawah umur.
”Fenomena ini bukan hanya terjadi di Rohil melainkan juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Begitu juga kasus kekerasan seksual terhadap anak ini rawan terjadi dimana saja,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, DP2KBP3A Rohil menerima pengaduan masyarakat dan menindaklanjutinya dengan bekerja sama bersama pihak kepolisian, tenaga medis, serta klinik untuk melakukan visum terhadap korban.(fad)
Editor : Arif Oktafian