PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki awal ramadan 1447 H, Kamis (19/2/2026) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprediksi cuaca di Provinsi Riau masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati, berdasarkan analisis dan jaringan pengamatan curah hujan BMKG mencatat bahwa masih terjadi peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Provinsi Riau. Di mana sejak pagi hari, udara kabur hingga berawan, dengan potensi hujan intensitas ringan berpotensi terjadi di beberapa daerah, termasuk Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kabupaten Meranti.
Kondisi ini akan berlanjut pada siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berlanjut terjadi di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Meranti.
Pada malam hari, cuaca tetap berawan, dengan hujan ringan yang berpotensi turun di wilayah Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Dini hari, udara kembali kabur hingga berawan, dengan hujan ringan berpotensi turun di beberapa daerah seperti Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Suhu udara di Provinsi Riau diperkirakan berada di kisaran 22.0 hingga 33.0°C, dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 99%. Angin akan bertiup dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km/jam. Untuk tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diperkirakan berkisar antara 0.5 hingga 1.25 meter, dengan kategori rendah.
"Meskipun secara keseluruhan cuaca di Riau didominasi hujan ringan namun BMKG Pekanbaru tidak mengeluarkan peringatan dini, tapi tetap meminta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi," tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman