Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Siagakan Alat Berat di 14 Posko Lonjakan Penumpang di Terminal dan Bandara

Tim Redaksi • Senin, 16 Maret 2026 | 10:08 WIB

MUDIK LEBIH AWAL: Para pemudik lebih awal menggunakan transportasi pesawat terbang sesampainya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (14/3/2026) ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS
MUDIK LEBIH AWAL: Para pemudik lebih awal menggunakan transportasi pesawat terbang sesampainya di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (14/3/2026) ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS


Pekanbaru (RIAUPOS.CO) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mendirikan 14 posko mudik yang tersebar di jalur mudik yang ada di Riau. Yakni lintas barat, timur, utara, dan selatan. Posko ini untuk memastikan kelancaran arus mudik. Alat berat juga disiagakan di setiap posko.

“Kami mendirikan 14 posko di jalur mudik untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Di posko tersebut juga disiagakan alat berat,” ujar Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak Todingrara, Ahad (15/3). Ia mengatakan, alat berat disiagakan agar sewaktu-waktu dapat digunakan untuk mengatasi jika ada kendala pada jalur mudik. Seperti kerusakan akibat longsor dan lainnya.

Pada posko tersebut  juga ditampilkan peta informasi jalan. Hal ini dapat memudahkan pemudik untuk mengetahui arah jalan, terutama bagi mereka yang berasal dari luar Riau. “Kami juga menyediakan tempat untuk sekedar beristirahat sejenak,” sebutannya.

Adapun lokasi ke 14 posko tersebut yakni di Simpang Balam-Simpang Batang Rohil, Simpang Batang-Simpang Kulim Km 235+580  Rohil, Simpang Batang-Simpang Kulim Km 230+300 Rohil, di Duri-Kandis Bengkalis, Rantau Berangin-Batas Sumbar, Simpang Ujung Tanjung-Bagansiapiapi, Simpang Kayu Ara Pelalawan, Simpang Lago-Simpang Buatan, Simpang Lago-Sorek I, Sorek I-Batas Inhu, Pematang Reba-Siberida, Tempuling-Tembilahan, Marpoyan-Batas Kuansing, dan Telukkuantan-batas Sumbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Riau Andi Yanto mengatakan, utuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri, Dishub Riau menyiapkan 28.380 armada transportasi darat. Selain itu tersedia 5 kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 12 maskapai penerbangan, serta 10 kapal laut yang siap melayani perjalanan penumpang.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia mengingatkan agar pengendara mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat.

“Kami mengimbau ma­syarakat agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak membawa barang berlebihan, serta membawa kelengkapan surat kendaraan. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat karena itu berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan posko koordinasi dan pos pelayanan terpadu transportasi guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik. Posko tersebut dibentuk untuk memantau serta memastikan pelayanan transportasi selama masa angkutan Idulfitri berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

“Pada periode angkutan Idulfitri tahun ini, kami membangun pos koordinasi dan pos pelayanan terpadu transportasi di sejumlah titik strategis di Provinsi Riau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pos koordinasi utama berada di Dishub Riau yang akan menjadi pusat pemantauan dan pengendalian operasional transportasi selama masa mudik. “Di pos koordinasi Dishub Riau, terdapat sekitar 96 petugas ASN yang bertugas memantau kondisi transportasi serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait,” jelasnya.

Selain pos koordinasi, Dishub Riau juga menyiapkan beberapa pos pelayanan di wilayah strategis untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik. Beberapa pos pelayanan tersebut antara lain berada di UPT Wilayah I Dumai, UPT Wilayah I Rupat, serta UPT Wilayah II Mengkapan Buton, Kabupaten Siak. Masing-masing pos pelayanan tersebut akan dijaga oleh sekitar 25 petugas.

Menurut Andi, keberadaan pos pelayanan ini bertujuan untuk memberikan bantuan informasi, pengawasan, serta pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan. “Pos pelayanan ini disiapkan untuk memberikan layanan informasi transportasi, pengawasan operasional angkutan, serta membantu masyarakat jika menghadapi kendala selama perjalanan,” katanya.

Baca Juga: Riau Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang di Awal Pekan

Selain itu, posko terpadu juga akan didirikan oleh pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Riau dengan melibatkan berbagai stakeholder.  Posko tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis seperti pelabuhan, bandara, terminal, rest area, serta tempat wisata dan pusat keramaian yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.

Andi menambahkan, posko angkutan Idulfitri ini akan mulai dibuka pada H-7 hingga H+7, sesuai arahan pemerintah pusat. “Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi agenda rutin setiap tahun saat memasuki masa angkutan Idulfitri,” jelasnya.

Lonjakan Penumpang

Aktivitas penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru dan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengalami peningkatan drastis, Ahad (15/3).

Kepala Terminal BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto, mengatakan peningkatan jumlah penumpang paling terasa pada perjalanan menuju Pulau Jawa, mencapai sekitar 20 persen.

“Untuk tujuan Pulau Jawa, peningkatannya sudah sekitar 20 persen dari hari normal. Sementara untuk tujuan Sumatera peningkatannya masih sekitar 15 persen,” ujar Bambang, Ahad (15/3).

Ia menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan perkiraan pihak terminal, lonjakan penumpang tertinggi diprediksi berlangsung pada 17-18 Maret. Sedangkan untuk arus balik, diperkirakan terjadi 27- 28 Maret.

Ia juga mengingatkan penumpang untuk membeli tiket bus melalui agen resmi agar terhindar dari praktik percaloan. “Belilah tiket di tempat resmi milik PO. Penumpang bisa membeli langsung di terminal atau melalui layanan online yang disediakan masing-masing perusahaan otobus,” jelasnya.

Terkait kesiapan armada, Bambang menyebutkan bahwa masing-masing perusahaan otobus (PO) telah menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik.

Sementara itu, untuk harga tiket bus kelas eksekutif mengalami kenaikan yang ditentukan oleh masing-masing perusahaan otobus. Kenaikan tarif tersebut rata-rata berada di kisaran 15 hingga 20 persen. Sedangkan untuk bus kelas ekonomi, harga tiket tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah sehingga tidak mengalami kenaikan tarif.

Pergerakan penumpang dan penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terus menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Berdasarkan data final Posko Angkutan Lebaran Bandara SSK II, Sabtu (14/3), total pergerakan pesawat mencapai 76 penerbangan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 penerbangan domestik tercatat datang dengan membawa 5.560 penumpang serta kargo seberat 52,8 ton. Sementara untuk penerbangan domestik yang berangkat tercatat sebanyak 33 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 5.614 orang serta kargo seberat 27,1 ton.

Baca Juga: Usai Salat Tarawih Merupakan Waktu yang Tepat Bakar Kalori Takjil Ramadan

Selain penerbangan domestik, aktivitas penerbangan internasional juga tercatat cukup aktif. Sebanyak enam penerbangan internasional datang dengan membawa 715 penumpang. Sedangkan enam penerbangan internasional lainnya tercatat berangkat dengan jumlah penumpang sebanyak 726 orang.

Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang yang melalui Bandara SSK II pada H-7 mencapai 12.615 orang. Sementara total pergerakan kargo tercatat mencapai 82,2 ton.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada H-7 Lebaran tahun 2025, pergerakan penerbangan tahun ini mengalami kenaikan sebesar 12 persen. Sedangkan jumlah penumpang meningkat lebih signifikan yakni mencapai 26 persen.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SSK II Pekanbaru Achmad mengatakan, peningkatan trafik penerbangan dan penumpang ini merupakan indikasi mulai meningkatnya arus mudik masyarakat melalui transportasi udara.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang dan penerbangan setiap hari. Seluruh infrastruktur, fasilitas, serta personel juga telah disiagakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujarnya, Ahad (15/3).

 “Fokus kami adalah memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan tetap menjadi prioritas utama sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan udara dengan aman, nyaman, dan lancar selama masa arus mudik,” tambahnya.

Kendaraan di Jalintim Meningkat 15 Persen

Arus mudik yang melewati Jalur Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan mulai ramai, Ahad (15/3). “Ya, sejak Jumat (13/3) lalu hingga Ahad (15/3), terjadi peningkatan volume aktivitas kendaraan sebesar 5 persen, dibandingkan lalu lintas harian. Dan khusus pada hari ini (kemarin, red), meningkat menjadi 10 hingga 15 persen,” terang Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasatlantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK, Ahad (15/3).

Meski demikian, saat ini kondisi arus lalu lintas masih berjalan lancar tanpa adanya kemacetan. Hanya saja, pengendara perlu berhati-hati saat melewati Jalintim Kilometer (Km) 74-76 Kecamatan Pangkalankerinci. Pasalnya, badan jalan baru saja ditimbun dalam rangka perbaikan.

Ia mengingatkana juag ada tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan lintas ini. Yakni Km 39-40 Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Sungai Kijang, Km 44-50 Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Sungai Kijang, dan Km 113-120 Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras.

Arus kendaraan terlihat ramai melintasi wilayah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Baik kendaraan yang masuk maupun kendaraan yang keluar.  Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH melalui Kasatlantas AKP Siswoyo menjelaskan, jumlah kendaraan masuk mencapai 8.008 unit. Terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 4.084 unit, roda empat sebanyak 3.597 unit dan roda enam sebanyak 327 unit.

Sementara kendaraan yang keluar sebanyak 9.357 unit kendaraan. Terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak 4.664 unit, roda empat 4.328 unit dan roda enam sebanyak 367 unit. “Kalau dilihat data ini, lebih banyak kendaraan yang keluar meninggalkan Kabupaten Kuansing daripada yang masuk,” kata Kasatlantas Siswoyo, Ahad (15/3).

Mulai 19-24 Maret, Kendaraan Berat Tidak Boleh Melintas

Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polres Kuansing, mulai 19-24 Maret 2026 akan melakukan pemantauan setiap mobil angkutan berat yang melintasi wilayah Kabupaten Kuansing.

Itu berkaitan dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Riau Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H.

Baca Juga: Ingat! Keselamatan Lebih Penting dari Kecepatan Sampai Tujuan, Microsleep Intai Perjalanan Mudik Anda

Di mana pada tanggal 19-24 Maret 2026 itu, mobil angkutan berat itu tidak boleh lintas di Kabupaten Kuansing. Kecuali mobil pengangkut sembako. “Jadi mulai tanggal itu, mobil angkutan berat yang disebutkan dalam SE Gubernur Riau itu, tidak boleh lewat, kecuali mobil sembako,” kata Kadishub Kuansing, Hendri Wahyudi, Ahad (15/3).

Dermaga 1 Sungai Selari-Pakning Dipasang Portal

Dermaga 1 Ro-Ro Sungai Selari-Pakning mengalami kerusakan. Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis membahas secara ketat kendaraan yang melintasi di dermaga tersebut. Kendaraan yang diperbolehkan hanya berkapasitas 4,5 ton dengan ketinggian maksimal 2 meter.

Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi jembatan yang sudah dimakan usia. Kondisi itu menyebabkan, setiap kapal yang datang dari Dermaga Air Putih Bengkalis harus berlabuh selama 30 menit atau lebih. Ini untuk menunggu di dermaga 2 Sungai Selari-Pakning selesai bongkar muatan dan barulah kapal berikutnya bisa membongkar muatan.

Di sisi lain, arus mudik di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih dan Sungai Selari-Pakning masih terpantau lancar dan belum ada peningkatan berarti, Ahad (15/3). Dari pantauan di lapangan, sejak pagi penyeberangan pertama kapal Ro-Ro mengangkut kendaraan bermotor sesuai pesanan tiket yang dibeli secara online.

Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis Edi Kurniawan mengatakan, sampai saat ini arus mudik masih normal dan belum ada peningkatan di pelabuhan. “Karena ini sudah dikelola melalui sistem, makanya kondisi penyeberangan terlihat normal dan lancar. Pembelian tiket secara online sedikit banyak sudah mengurai antrean di pelabuhan,” jelasnya.

Sedangkan keterlambatan pembongkaran kendaraan dari arah Dermaga Air Putih menuju ke Pakning, Edi mengatakan, saat ini ketika kapal Ro-Ro membawa angkutan kendaraan bertonase besar atau dengan ukuran tinggi baknya melebih dua meter, maka tidak bisa dibongkar di dermaga 1 Sungai Selari-Pakning.

“Kalau di dermaga 1 dipasang portal untuk pembatas kendaraan. Karena kondisi dermaga 1 adanya kerusakan, maka menunggu bongkar muat di dermaga 2 selesai, barulah kapal berikutnya bisa membongkar muatannya. Tapi kalau yang dibawa jenis mobil kecil atau mini bus jadi semua dermaga bisa digunakan,” jelasnya.

Ro-Ro dari Meranti Ditambah

Lonjakan arus mudik diperkirakan akan terjadi di jalur penyeberangan Kabupaten Kepulauan Meranti. Mengantisipasi hal itu, jadwal operasional kapal Ro-Ro perintis rute Alai Insit-Mengkapan dipastikan akan ditambah.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau, Muttaqin, ST, MMTr menjelaskan, pihaknya telah menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perhubungan terkait penambahan frekuensi pelayaran kapal Ro-Ro perintis.

Selama ini kapal tersebut hanya beroperasi empat kali dalam sepekan. Namun khusus pada periode arus mudik dan balik, menjadi setiap hari. “Penambahan jadwal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik,” ujar Muttaqin.

Bupati Kepulauan Meranti Asmar menyambut baik dukungan dari Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Riau. “Kami berharap arus mudik dan arus balik melalui jalur penyeberangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Jalur Laut ke Tembilahan Mulai Ramai

Arus mudik jalur laut di Kabupaten Indragiri Hilir mulai terasa. Ratusan penumpang tiba di Pelabuhan Pelindo Tembilahan, Ahad (15/3). Tercatat 368 penumpang datang menggunakan lima kapal dari sejumlah daerah tujuan. Kedatangan para penumpang berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan petugas gabungan yang bertugas dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SIK mengatakan pengamanan kedatangan kapal merupakan bagian dari upaya menjaga kelancaran arus mudik melalui jalur laut. “Kami memastikan setiap aktivitas kedatangan penumpang berjalan aman, tertib dan lancar selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026,” ujarnya.

Baca Juga: Makan Kurma Dalam Jumlah Ganjil Jadi Amalan Sunnah Sebelum Salat Idulfitri

“Koordinasi dan sinergi kami bersama instansi lainnya terus dilakukan agar dapat menjaga arus mudik aman dan kondusif menjelang dan sesudah idulfitri,” tambahnya.(sol/dof/ali/amn/dac/ir/*2/das)


Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#BPJN #Lakalantas #kadishub #jalintim