PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Ketua Majelis Pertimbangan Pengurus Besar Matahari Pagi Indonesia (PB MPI) yang juga Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr Dahnil Anzar Simanjuntak meminta tradisi Melayu bisa dilestarikan dan dijaga ajar dapat terus menginspirasi Indonesia.
Hal ini diungkapkannya saat mengukuhkan Pengurus Wilayah (PW) Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Riau periode 2026-2029 yang dinahkodai oleh Dikemri, didampingi Sekretaris Jenderal PB MPI Rachmat Tri Fahmi, serta disaksikan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB MPI Mayjend TNI (Purn) Dendi Suryadi, Sekjen PB MPI Rachmat Tri Fahmi, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta Akademisi Rocky Gerung, Sabtu (25/4/2026) di salah sau hotel di Pekanbaru.
Ketua Majelis Pertimbangan PB MPI, Dahnil Anzar, berharap pengurus PW MPI Riau dapat memberi kiprah dan andil nyata dalam kehidupan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan sosial masyarakat di Riau kedepannya.
Baca Juga: Tradisional Sepak Rago Tinggi Kopah: Pemainnya Wajib Bersuci dan Berpakaian Melayu
Pasalnya, Matahari Pagi Indonesia terdiri dari berbagai macam eksponen organisasi kemasyarakatan, antara lain Muhammadiyah, NU, dan organisasi kepemudaan yang memiliki harmonisasi dalam mencapai tujuan bersama.
Awalnya gerakan Matahari Pagi ini merupakan gerakan politik yang didirikan oleh Presiden Prabowo ketika ikut kontestasi Pilpres yang dimulai dari 2018 lalu. Pada 2024 gerakan ini dideklarasikan kembali sebagai organisasi kebudayaan yang mendukung nilai-nilai dan moral budaya yang ada di Indonesia termasuk kebudayaan Melayu di Provinsi Riau.
Saat ini kalangan anak muda juga memiliki tantangan yang cukup besar. Dimana kebudayaan dan tradisi serta moral sudah mulai mengalami penurunan. Itu sebabnya dirinya ingin tradisi Melayu sebagai tradisi besar bangsa Indonesia itu bisa menginspirasi Indonesia.
Baca Juga: Festival Lampu Colok Bengkalis, Tradisi Warisan Budaya Melayu Sedot Ratusan Pengunjung
Seperti tradisi literasi Melayu yang memiliki pantun, dan menunjukkan peradaban literasi yang tinggi karena tradisi menjaga kehidupan, kehidupan membaca, segala macam, dan menjaga budaya itu kuat sekali, identik orang Melayu.
Melayu juga memiliki tradisi lisan yang kemudian berubah menjadi tradisi tulisan, itu yang harus tetap dijaga di Melayu. "Makanya kami berharap selain gerakan-gerakan sosial, nantinya teman-teman di PW MPI Riau dapat ikut membangun, melestarikan tradisi-tradisi literasi melalui pendidikan membaca dan sebagainya, sehingga moral anak bangsa bisa kembali terjaga," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PW MPI Riau, Dikemri, mengatakan bahwa dengan dikukuhkannya pengurus MPI Riau, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam isu-isu lingkungan, kebudayaan, pendidikan dan lainnya. Dirinya berharap keberadaan Matahari Pagi Indonesia bisa memberikan manfaat kepada sesama, khususnya masyarakat Riau.
Baca Juga: Prof Daeng Ayub Kupas Gaya Pemikiran Kepemimpinan Pendidikan Abad 21 yang Berteraskan Budaya Melayu
"Saya tentunya berserta jajaran akan menjalankan intruksi PB MPI terkait dengan membudayakan-kebudayaan Melayu di Riau. Kami juga mengajak semua masyarakat bersama-sama berpikir positif, dengan melestarikan dan membudayakan membaca supaya meningkatkan kualitas literasi kita dalam berpikir," terangnya.