PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus memperkuat fasilitas akademik dan pembelajaran berbasis praktik lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor pertanian, perkebunan Indonesia. Salah satu langkah yang saat ini sedang dipersiapkan adalah pengembangan lahan praktikum pembibitan tanaman cabai, sayuran, kelapa sawit, dan lainnya yang akan ditempatkan pada lahan bekas budidaya cabai.
Dekan Faperta Unilak Dr Amalia meluruskan terkait informasi yang berkembang di media sosial tentang pembukaan kawasan hutan yang berada di samping Fakultas Pertanian. Bahwasannya pembukaan lahan pembibitan tidak mengganggu kawasan resapan atau ekoriparian kampus. ‘’Lokasi yang dimanfaatkan bukan merupakan kawasan hutan penyangga ataupun lokasi resapan air sebagaimana yang diberitakan,’’ ungkapnya kepada Riau Pos, Senin (18/5).
Menurutnya, lahan terbuka yang sebelumnya telah dimanfaatkan sebagai area budidaya tanaman hortikultura, khususnya cabai, bukan merupakan area hutan alami ataupun kawasan konservasi yang baru.
Baca Juga: Pansel Calon Pimpinan BRK Syariah Buka Asesmen untuk Enam Jabatan
‘’Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Lokasi yang digunakan bukan kawasan hutan penyangga atau resapan air yang dibuka untuk sawit. Area tersebut merupakan lahan terbuka bekas budidaya cabai yang telah dimanfaatkan sebelumnya untuk kegiatan pertanian. Jadi tidak ada aktivitas pembukaan hutan sebagaimana yang dinarasikan,’’ tegasnya.
Selanjutnya ia menyampaikan, pengembangan lahan dilakukan melalui perencanaan yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
‘’Kami memahami kekhawatiran berbagai pihak terhadap isu lingkungan. Seluruh pengembangan dilakukan secara terencana dengan memperhatikan tata kelola air, sistem drainase, pengaturan aliran pembuangan air, serta penggunaan pagar hidup berbasis tanaman sebagai bagian dari pendekatan ramah lingkungan. Prinsipnya, kami ingin menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan kampus,’’ katanya.
Baca Juga: Di Bangko Pusako, Polisi Tangkap Bandar, Sabu hingga Ratusan Amunisi Senjata Api Diamankan
Faperta Unilak juga menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung konsep Green Campus melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan praktik pertanian berkelanjutan yang mampu menghasilkan lulusan kompeten sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
‘’Kampus adalah ruang pendidikan dan ruang pembelajaran. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa pembangunan sektor pertanian modern juga harus berjalan berdampingan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, kawasan air dan lingkungan kampus secara menyeluruh,’’ ujarnya.
Pembangunan lahan praktikum tersebut, kata dekan, merupakan bagian dari penguatan kualitas akademik yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, pembangunan pertanian, kemandirian dan industri.
‘’Sebagai fakultas yang terus maju dan berkembang kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis dan pengalaman lapangan. Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk pembelajaran pembibitan, tetapi juga menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Agribisnis, dan Teknologi Hasil Pertanian (THP), serta mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan akademik di masa mendatang. ‘’Bahkan fakultas kami menjadi tempat kunjungan sekolah sekolah yang ada di Riau, ini menjadi nilai positif,’’ paparnya.
Disebutkannya, mahasiswanya telah berhasil merubah lahan kering menjadi lahan subur yang bisa ditanami berbagai jenis sayuran dan telah berkali-kali panen, dan sayurannya langsung di jual ke masyarakat.
‘’Ke depan kami juga akan terus mengembangkan fasilitas akademik untuk mahasiswa S1 Program Studi Agroteknologi, Agribisnis, dan THP, sehingga proses pembelajaran semakin aplikatif dan mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa,’’ tambahnya.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman