Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tinggi Banjir Mencapai Lutut Orang Dewasa, Warga Pilih Dorong Sepeda Motor demi Keselamatan

Zulfadli • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 09:35 WIB
Sejumlah warga melintasi jalan yang digenangi banjir di Jalan Siak, Kelurahan Bagan Timur, Bangko, Rokan Hilir, Kamis (10/10/2024).
Sejumlah warga melintasi jalan yang digenangi banjir di Jalan Siak, Kelurahan Bagan Timur, Bangko, Rokan Hilir, Kamis (10/10/2024).

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Banjir di beberapa wilayah Rokan Hilir masih terjadi. Kondisi di Jalan Pelabuhan Baru, Bagansiapiapi merupakan daerah terparah terdampak banjir pada tahun ini. Bahkan ada bagian jalan yang ketinggian airnya mencapai lutut orang dewasa, Jumat (11/10).

Di tengah genangan air yang mengisi ruas jalan tersebut, salah seorang warga Wasno tampak mendorong sepeda motor dengan hati-hati. Genangan air yang cukup tinggi membuat permukaan jalan tidak terlihat. Dirinya khawatir ada lubang besar di jalan yang berisiko terhadap keselamatan.

Warga Jalan Pelabuhan Baru ujung ini me­nge­luhkan ma­sih bertahannya banjir dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya kondisi air tergenang sudah mencapai sebulan. Genangan air yang awalnya hanya sedikit, semakin meninggi sejak hujan pada 1 Oktober lalu. “Ini kalau sudah banjir, kereta (motor, red) bisa mogok kalau dipaksakan lewat air yang lumayan tinggi,” katanya.

Ia mengaku terpaksa melintas di jalan tersebut untuk bepergian ke kota untuk berbelanja barang rumah tangga. Memang ada akses lain, yakni melintas ke jalan lintas pesisir di Batu Enam. Namun, Wasno mengaku terlalu jauh memutar sehingga mau tak mau terpaksa melintas di jalan yang masih digenangi air.

Warga lain yang rumahnya di lingkungan jalan di Kelurahan Bagan Barat, juga tidak punya pilihan lain dan mau tak mau terpaksa melewati jalan tersebut. Nampak ibu-ibu dan siswa melintasi jalan dengan hati-hati, baik yang berjalan kaki maupun mengunakan kendaraan.

Salah seorang warga, Hendri (46) mengharapkan Pemerintah Daerah Rohil bisa mengambil langkah yang tepat untuk penanganan banjir yang terjadi saat ini. Ia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus terjadi.

“Kami mengharapkan ada solusi. Memang ada terdengar rencana untuk meninggikan jalan yang terdampak banjir. Tapi kalau jalan ditinggikan, bagaimana nanti dengan rumah warga? Pasti lebih terendam lagi,” katanya.

Pemerintahan Kecamatan Bangko sebagai wilayah terdampak yang cukup luas telah mengerahkan upaya untuk mengurangi genangan air dengan melakukan berbagai kegiatan pembersihan saluran parit dan drainase yang ada.

Seperti dilakukan pihak Kelurahan Bagan Barat. Dalam beberapa hari ini, sejumlah wilayah RT di kelurahan ini melakukan pembersihan lingkungan dengan harapan air bisa menggalir air lancar ke sungai dan sampai ke laut.

Di sisi lain, kondisi daerah yang terdampak banjir masih belum mengalami perubahan yakni di lima wilayah kecamatan Bangko, Pasir Limau Kapas, Rimba Melintang, Pekaitan, dan Kubu. “Wilayah terdampak masih tetap sama seperti sebelumnya,” kata Sekretaris BPBD Rohil Edo Rendra melalui Penata Penanggulangan Bencana, Devita Trimaily, Jumat (11/10).

Jumlah warga terdampak terang Devita, terdapat di wilayah Bangko yang tertinggi. Di mana dari laporan pihak kecamatan, jumlah KK mencapai 7.000 lebih. Meski demikian, sejauh ini belum mengakibatkan adanya warga yang terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal untuk sementara waktu.

Antisipasi Banjir dan Pasang Keling

Menyikapi kondisi banjir ini, Pemerintah Daerah Rohil telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi tingginya genangan air. Hal itu dikatakan Plt Bupati Rohil Sulaiman. Normalisasi terangnya merupakan langkah yang cukup efektif. Namun juga dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lain sehingga tidak semua bisa dilakukan normalisasi.

“Memang untuk normalisasi perlu, tapi dikhawatirkan kalau musim pasang besar, justru air laut akan mengenangi permukiman masyarakat pula,” katanya. Menurutnya, pada waktu tertentu di Bagansiapiapi memang terjadi fenomena pasang keling. Diperkirakan dalam sepekan ke depan akan terjadi.

Pasang keling merupakan fenomena pasang besar yang membawa air dan lumpur sekaligus. Kalau sudah terjadi, biasanya luapan pasang akan meninggalkan tumpukan lumpur yang cukup banyak di rumah masyarakat yang terdampak. Hal itu biasanya melanda permukiman masyarakat Bagansiapiapi yang tinggal di dekat sungai seperti di Bagan Hulu, Nelayan, Bagan Barat, maupun Bagan Punak Pesisir.

Selain mengakibatkan tumpukan lumpur di jalan, di rumah atau di tempat yang dilaluinya, pasang keling juga rawan mengakibatkan ancaman keselamatan jiwa karena pada saat terjadi, air mengalir dengan deras.

Plt Bupati menegaskan pihaknya akan terus memberikan perhatian dan langkah untuk penanganan banjir tersebut. “Intinya kami akan terus berupaya agar banjir ini dapat ditanggulangi,” katanya. ‘’Beberapa hari ini telah dilakukan kegiatan pembersihan drainase, pengerukan aliran parit dan sungai yang melibatkan berbagai petugas dari DLH dan pihak terkait lainnya,’’ tambahnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Rohil juga telah menetapkan status Siaga Bencana Banjir bersama dengan jajaran Forkopimda Rohil. Langkah itu untuk memaksimalkan upaya penanganan banjir yang terjadi saat ini.

Sejumlah alat berat terangnya, telah disiagakan di lokasi tertentu untuk melakukan pengerukan, di samping melibatkan peran dari para petugas untuk melakukan normalisasi secara manual. Untuk membantu warga terdampak, pemerintah melibatkan peran dari Baznas untuk memberikan bantuan sosial berupa makanan mi instan dan beras.

Pendataan terhadap warga terdampak terus dilakukan, dan sebagian besar penyaluran bantuan itu telah dilaksanakan. Penyerahan bantuan bagi warga terdampak banjir kata Sulaiman sebagai upaya mengurangi beban yang dihadapi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami telah membagikan sembako kepada masyarakat seperti di Jalan Pelabuhan Baru. In sya Allah, di daerah lain yang juga terdampak banjir segera mendapatkan bantuan secara bertahap,” katanya.

Terpisah, mengantisipasi adanya warga yang mengungsi terkait dengan dampak banjir yang terjadi, Polsek Kubu bersama Koramil 04 Kubu membangun tenda. Hal itu sebagai respons menyikapi jika ada warga yang terpaksa mengungsi karena kondisi dampak banjir yang terjadi di Kepenghuluan Sungai Panji-Panji Kecamatan Kubu Babussalam, Rohil.

Kapolsek Kubu Iptu Kodam F Sidabutar PTU MH dan Danramil 04 Kubu Kapt Inf M Manurung turun langsung dalam aktivitas pemasangan tenda yang dibangun di pinggir Jalan Lintas Pesisir Paret 0 Kepenghuluan Sungai Panji-Panji yang diikuti personel polsek dan koramil, serta warga.

Tidak hanya itu, Kapolsek bersama Koramil serta personel juga membagikan bantuan sembako berupa 100 kotak mi instan berserta sembako lainnya dengan cara door to door. Mereka juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai anak-anak yang bermain di lokasi banjir.

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni SIK MH melalui Plh Kasi Humas Polres Rohil Ipda Edi Purnomo SH menjelaskan, kegiatan penanggulangan musibah banjir tersebut. “Dibangunnya tenda posko ini menyikapi kondisi banjir yang terjadi,’’ ujar Iptu Purnomo, Jumat (11/10).

‘’Warga terdampak di Kepenghuluan Sungai Panji-Panji ini jumlahnya mencapai 65 KK. Dari jumlah tersebut sebanyak 59 KK masih tinggal di rumah, lima KK mengungsi ke Gereja Methodis, dan satu KK tinggal di tenda yang disediakan,” tambahnya.

Edi Purnomo mengatakan, langkah yang telah dilakukan ini menjadi respons cepat, khususnya dari kepolisian dalam menyikapi kejadian bencana banjir di daerah. Begitu juga dengan bantuan sembako, diharapkan bisa meringankan musibah yang dihadapi masyarakat sehingga untuk pasokan makanan bisa tersedia dengan cukup.(fad)

Editor : Rindra Yasin
#bagansiapiapi banjir #pasang keling #intensitas hujan masih tinggi #banjir rokan hilir #bagansiapiapi #antisipasi banjir