BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis Presiden RI Prabowo Subianto, mulai dijalankan di sejumlah sekolah di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Informasi diperoleh sekolah yang telah mendapatkan program tersebut diantaranya di SDN 01 Bagan Kota, SMA Muhammadiyah di Bagansiapiapi, SDN 06 Bangko dan SMP Batu Hampar yang dimulai pada Senin (13/1/2025) kemarin.
Di SDN 01 Bagan Kota misalnya, terlihat para murid antusias menyambut datangnya makanan, sesuatu yang tak pernah terjadi selama ini. Makanan yang disediakan, diantar ke ruangan kelas yang terdiri dari lauk ikan, sayur, pisang dan nasi. Saat disediakan pada jam istirahat, murid langsung melahap makanan. Namun begitu ada yang tak memakan habis dengan alasan sudah kenyang karena sarapan dari rumah.
Salah seorang siswa, Zi mengaku senang dengan adanya makanan tersebut. Namun ia menyebut tak memakan ikan yang ada karena tak selera.
"Tadi ikannya goreng, kurang suka," kata siswa kelas II ini. Sementara diperoleh informasi bahwa untuk tahap awal baru beberapa sekolah yang disasar oleh program ini. Sejumlah sekolah lainnya yang ditanyakan Riaupos.co, mengaku belum mendapatkan program tersebut.
Seperti di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri I Bagansiapiapi, SMK I Bagansiapiapi dan sekolah lainnya yang ada di Ibu Kota Rohil tersebut. Terpisah, Sekdakab Rohil Fauzi Efrizal ketika ditanyakan terkait pelaksanaan program ini di Rohil menyebutkan pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
"Anggarannya belum masuk," kata Fauzi sebelumnya. Sedangkan pihak Disdik Rohil belum memberikan tanggapan ketika ditanyakan Riaupos.co.
Sementara salah satu sekolah yang menjadi sasaran program MBG, SDN 06 Bangko menyambut baik program tersebut. Hal itu dikatakan Kasek, Basri SPd, Selasa (14/1/2025). "Kami menerima baik dan kalau diperhatikan menu yang disediakan juga bagus, kami sangat menerima dan kalau bisa program ini terus berkelanjutan," katanya.
Ia menerangkan terdapat sebanyak 652 siswa-siswi di sekolah tersebut, dan porsi yang diantarkan pun cukup sesuai dengan jumlah siswa yang ada. "Alhamdulillah murid kami hadir juga semua, sehingga bisa merasakan," katanya.
Ia menerangkan umumnya siswa menyambut baik dengan adanya makan bergizi itu yang disebut enak dan bahkan ada yang mengharapkan agar porsinya ditambah lebih banyak lagi.
"Kami mengharapkan agar program ini bisa dijalankan secara penuh satu tahun dan disebutkan untuk makannya itu diberikan lima hari, tapi kami jelaskan bahwa kegiatan di sekolah itu ada enam hari termasuk Sabtu. Tapi bagaimanapun dengan lima hari itu kami juga bersyukur," katanya.
Editor : Rinaldi