PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) --Bentrokan berdarah antar kelompok menyebabkan satu korban tewas dan lima lainya luka-luka di kawasan lahan eks PT Berkat Satu, Dusun IV Rintis, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu (7/2/2026) petang. Hal ini sempat membuat publik penasaran.
Pasalnya, video bentrok antar kedua kelompok yang membawa senjata tajam dan senapan angin telah beredar di sejumlah media sosial dan menjadi perbincangan warganet. Namun Senin (9/2/2026) siang ini, Polres Rokan Hulu baru merilis peristiwa bentrokan antar kelompok yang terjadi untuk kedua kali di lahan eks PT Berkat Satu yang telah disita Satgas PKH yang kini dikelola PT Nusantara Sawit Mazuma selaku pihak Kerja Sama Operasi (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara.
Kasi Humas Polres Rokan Hulu AKP Yohanes Tindaoan SH saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (9/2/2026) menjelaskan, adanya korban tewas dan luka-luka yang terjadi di lahan eks PT Berkat Satu di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, dipicu bentrokan antar kedua Pam Swakarsa.
Peristiwa itu bermula, Sabtu (7/2/2026), sekitar pukul 17.00 WIB, sekitar 50 orang kelompok Pam Swakarsa PT Nusantara Sawit Mazuma selaku pihak KSO PT Agrinas Palma Nusantara beramai-ramai mendatangi barak kantor kebun eks PT Berkat Satu.
Saat itu, lokasi tersebut dijaga oleh kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam. Pam Swakarsa dari pihak KSO datang dengan membawa senjata tajam dan senapan angin. Mereka kemudian mendesak kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru serta para pekerja PT Berkat Satu untuk mengosongkan barak.
"Dari situ, situasi mulai memanas ketika upaya menenangkan massa tidak diindahkan," ujar AKP Yohanes.
Dalam kejadian tersebut, kelompok Pam Swakarsa dari pihak KSO diduga memecahkan kaca jendela barak dan melepaskan tembakan senapan angin ke arah bangunan, sehingga memicu kepanikan. Kelompok Pam Swakarsa KUD Telago Biru kemudian berlarian menyelamatkan diri melalui pintu belakang.
Akibat bentrokan itu, seorang anggota Pam Swakarsa KUD Telago Biru bernama Bernadus Betu alias Jon, tewas di tempat kejadian perkara. Selain itu, dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya mengalami luka ringan, termasuk luka bacok dan luka akibat benda tajam.
"Sebelum kejadian kedua belah pihak sebenarnya telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam dan sepakat menahan diri sambil menunggu proses mediasi lanjutan yang dijadwalkan pada Selasa (10/2/2026) di Kantor Camat Bonai Darussalam," jelasnya.
Pascakejadian, lanjut mantan Kapolsek Rokan IV Koto itu, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pihak-pihak yang terlibat, mengumpulkan barang bukti serta mengevakuasi korban.
"Korban meninggal dunia bernama Bernadus Betu alias Jon, paska kejadian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi, sementara korban luka mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan," tuturnya.
Yohanes mengaku, pihak kepolisian saat ini telah melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok Pam Swakarsa. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan, dan menyiagakan personel tambahan guna mencegah konflik susulan. "Nanti perkembangan kasus ini akan kita sampaikan," tutup AKP Yohanes Tindaoan SH.
Editor : Rinaldi