SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - SENGKARUT keuangan Pemda Siak berdampak menyeluruh. Tak hanya pada ASN dan honorer yang sampai saat ini belum menerima gaji April. Tapi juga pedagang dan masyarakat Siak.
Seorang ASN bernama Chandra mengaku akan menjalani semuanya dengan sebaik-baiknya. Dan tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
’’Meski gaji belum masuk, dan ada beberapa hal yang belum dibayarkan, namun hal itu tidak membuat semangat bekerja menjadi menurun,’’ katanya.
Adapun utang Pemkab Siak kepada ASN sebagai berikut, tambahan penghasilan pegawai (TPP) Desember 2024, TPP Februari, Maret, dan April 2025, gaji 14 atau THR 2025, gaji April 2025 dan uang kegiatan lainnya.
Saat ini ASN menjerit, namun tak bisa berbuat banyak, karena aktivitas pelayanan terhadap masyarakat mesti terus berjalan. Di tengah kesulitan, tetap memberikan pelayanan terbaik.
Di tempat terpisah, imbas dari tidak gajian ASN, dan TPP tidak dibayarkan sejak Desember, seorang pedagang di Pasar Raya Belantik Siak Asmeldi mengakui terjadi penurunan daya beli masyarakat.
Pelanggannya tetap berbelanja, namun tak banyak yang dibeli. Tentu hal ini berdampak pada pendapatan. Berkurang sampai 50 persen dibandingkan pendapatan.
‘’Situasi ini sudah terjadi sejak awal tahun. Bahkan sejumlah pedagang memilih tidak berjualan, karena menurutnya daya beli,’’ katanya.
Beberapa pedagang memilih tutup. Sebagian bahkan sudah lama tidak menggelar dagangannya. Apakah kehabisan modal, atau karena memang menunggu daya beli masyarakat kembali normal.
‘’Tak hanya kami pedagang pasar saja yang mengalami kesulitan karena turunnya daya beli, teman teman kami yang membuka warung makan juga sepi pembeli,’’ sebutnya.
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan sudah memanggil para pihak, baik itu Kepala Bapperida L Budhi Yuwono, maupun Kepala BKD Raja Indor untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RDP).
‘’Semoga segera ada solusi, sehingga situasi ini tidak berlarut-larut. Sebab berdampak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat Siak,’’ kata Indra Gunawan.(hen)
Editor : Arif Oktafian