BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) -- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf meminta pelaku usaha berempati dengan korban bencana alam. Jangan coba-coba mengambil keuntungan dengan menaikkan harga sembako secara sepihak.
Pernyataan tegas itu disampaikan dalam video resmi yang dipublikasikan oleh Humas Pemerintah Aceh. dilansir dari instagram @undercover.id.
Muzakir Manaf menegaskan ada sanksi berat menanti jika pedagang berbuat seenaknya menjual keperluan dasar masyarakat. Makanya menjaga kestabilan harga merupakan tanggung jawab bersama.
Lonjakan harga sembako di masa bencana, menurutnya akan semakin memperburuk kondisi warga yang saat ini membutuhkan banyak bantuan. Ada sanksi pidana dan administrasi bagi yang nakal.
"Pemerintah Aceh siap mengambil tindakan jika ada pelaku usaha yang dengan sengaja melanggar aturan dan menaikkan harga secara tidak wajar," ingatnya.
Muzakir Manaf menyinggung jaringan ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart. Ia memperingatkan kedua perusahaan tersebut harus mematuhi ketentuan pemerintah terkait stabilitas harga.
Pemerintah, kata Muzakir Manaf, akan mencabut izin usaha jika ada yang melanggar ketentuan. Langkah keras ini diambil untuk mencegah terjadinya praktik ekonomi yang merugikan masyarakat di tengah kondisi darurat.
Masyarakat pun diimbau melaporkan jika menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar. Pengawasan bersama antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan potensi penimbunan barang atau permainan harga oleh oknum pelaku usaha.
Dengan sikap tegas yang disampaikan Muzakir Manaf, Pemerintah Aceh berharap rantai distribusi kebutuhan pokok tetap terkendali sehingga masyarakat dapat memperoleh sembako dengan harga yang wajar selama masa pemulihan.
"Aceh harus menunjukkan solidaritas dan kepedulian, terutama ketika masyarakat sedang berada dalam masa sulit. Pemerintah pasti terus memantau situasi harga kebutuhan pokok melalui dinas terkait, sekaligus menindaklanjuti laporan dari masyarakat," tegasnya.
Sumber: Pokoksatu.id
Editor : Rinaldi