BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Ditemukannya satu kasus rabies dan sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit hewan menular, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis terus menggencarkan vaksinasi hewan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DTPHP Bengkalis, Suhairi, melalui Pejabat Fungsional Medik Veteriner, drh H Mardani menjelaskan, bahwa vaksinasi rabies saat ini dilaksanakan secara rutin, terutama sebagai respons atas adanya laporan kasus gigitan hewan terduga rabies.
"Vaksinasi rabies saat ini tetap rutin kami laksanakan. Namun pelaksanaannya diprioritaskan sebagai respons atas adanya laporan kasus gigitan hewan yang terindikasi rabies. Per tanggal 20 Februari 2026, realisasi vaksinasi rabies telah mencapai 141 dosis," ujar drh M Mardani, Kamis (26/2/2026).
Ia menyebutkan, terdapat satu kasus positif rabies pada hewan kucing di wilayah Pulau Bengkalis, tepatnya di daerah Pematang Duku beberapa pekan lalu. "Ya, ada satu kasus positif rabies pada hewan kucing di Pematang Duku, Pulau Bengkalis. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak kesehatan terkait penanganan terhadap korban yang mengalami gigitan," jelas Mardani.
Ia mengimbau, agar masyarakat khususnya pemilik hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, untuk aktif melakukan vaksinasi rabies guna mencegah penularan lebih luas.
"Kami mengimbau kepada para pemilik hewan, baik anjing maupun kucing, agar aktif melakukan vaksinasi rabies. Ketersediaan vaksin saat ini sekitar 1.500 dosis dan akan kami maksimalkan sepanjang tahun untuk membatasi penyebaran rabies di Kabupaten Bengkalis," harapnya.
Ia mengatakan, terkait vaksinasi massal atau vaksinasi terbuka dalam waktu dekat akan dijadwalkan. Saat ini, prioritas utama adalah vaksinasi respons cepat terhadap kasus terkonfirmasi.
"Untuk vaksinasi massal saat ini belum diagendakan. Kami fokus pada vaksinasi respons terhadap kasus positif rabies. Namun ke depan, jika ada tambahan alokasi vaksin dari provinsi maupun pusat, tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan vaksinasi massal," jelasnya.
Namun pihaknya memastikan, akan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna menekan potensi penyebaran rabies serta melindungi kesehatan masyarakat dan hewan peliharaan di wilayah tersebut.
Editor : Rinaldi