Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdagangan RI-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, belum lama ini. (jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov, belum lama ini. (jpg)

Advertisement

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah mencatat nilai perdaga­ngan Indonesia dan Rusia mencapai 4,84 miliar dolar AS pada 2025, tumbuh 21,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,98 miliar dolar AS. Sejumlah komoditas yang menjadi bagian penting dalam perdaga­ngan kedua negara meliputi minyak kelapa sawit, kopi, kakao, produk pertanian, dan pupuk.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia bersama Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.

“Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi, memperluas kemitraan antarpelaku usaha, serta memastikan berbagai peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip Ahad (18/10).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (I-EAEU FTA). Saat ini, proses ratifikasi perjanjian tersebut telah mendekati tahap penyelesaian. Kedua pihak berharap seluruh prosedur yang diperlukan dapat rampung sebelum akhir 2026, sehingga perjanjian dapat segera berlaku efektif (Entry into Force/EIF) dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kedua negara.

Penyelesaian ratifikasi I-EAEU FTA diharapkan memungkinkan perjanjian segera berlaku efektif sehingga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

Advertisement

Sejumlah produk Indonesia yang berpotensi memperoleh akses pasar lebih luas melalui perjanjian tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur.

Selain membahas perjanjian perdagangan, kedua pihak menjajaki kolaborasi di sektor strategis, khusus­nya industri perkapalan dan penerbangan, serta peningkatan kapasitas industri nasional.

Airlangga juga menyambut kehadiran delegasi bisnis Rusia dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan membuka peluang kemitraan komersial baru. Diharapkan dapat mendorong diversifikasi perdagangan sekaligus memperluas kerja sama investasi dan industri.(ose/jpg)

Manturov menekankan pentingnya penguatan hubungan antarpelaku usaha untuk memperluas kerja sama perdagangan. Ia mengatakan delegasi bisnis Rusia menghadiri TEI 2026 sebagai tindak lanjut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra dalam pameran INNOPROM di Yekaterinburg pada Juli 2026.

“Perusahaan-perusahaan kami menghadiri pertemuan business-to-business (B2B) dengan mitra potensial Indonesia, serta forum bisnis dengan sesi tematik mengenai perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ujar Manturov.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ekonomi tanpa Ekspansi Bisnis; Bangkrut!

Ekonomi tanpa Ekspansi Bisnis; Bangkrut!

Ekonomi stagnan, 67% perusahaan tak rekrut tenaga baru, 50% tak ekspansi. Dampaknya: pengangguran meningkat, ekonomi terhambat.

Bangun Pabrik Kelapa di Riau, Target Olah 2 Juta Butir per Hari

Bangun Pabrik Kelapa di Riau, Target Olah 2 Juta Butir per Hari

PT Royal Agro Industri membangun pabrik pengolahan kelapa di Riau dengan kapasitas hingga 1 juta butir per hari. Ekspansi ini menjadi bagian

Ketika Negara Terus Membayar Harga dari Ekonomi yang Tidak Belajar

Ketika Negara Terus Membayar Harga dari Ekonomi yang Tidak Belajar

Karhutla di Riau terus berulang dan menimbulkan beban ekonomi, kesehatan, serta kerusakan ekosistem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer