Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Cabai Merah Turun, Ayam dan Telur Masih Tinggi

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:25 WIB

Suasana jual beli bahan pokok yang dijual di Pasar kaget Jalan Kayu Jati Pekanbaru, Selasa (6/1/2026).
Suasana jual beli bahan pokok yang dijual di Pasar kaget Jalan Kayu Jati Pekanbaru, Selasa (6/1/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki awal tahun 2026, harga sejumlah barang keperluan masyarakat di pasar-pasar tradisional di Kota Pekanbaru terpantau masih tinggi. Di antaranya ayam potong dan telur. Sedangkan harga cabai mulai mengalami penurunan.

Pantauan Riau Pos, Selasa (6/1) di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Dupa Kencana Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Marpoyan Damai dan Pasar Tumpah di Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukit Raya, harga cabai merah mulai mengalami penurunan. Dari 60 ribu menjadi Rp45.000 per kilogram (kg). Begitu pula dengan cabai rawit merah yang kini dijual berkisar Rp50.000 per kg dari sebelumnya Rp70.000 per kg.

Sedangkan harga cabai hijau mengalami peningkatan. Di mana sebelumnya berkisar Rp35.000 per kg kini menjadi Rp50.000 per kg. Harga cabai rawit hijau juga masih tinggi berkisar Rp70.000 per kg.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga ayam potong yang masih dijual berkisar Rp30.000 hingga Rp33.000 per kg tergantung ukuran. Untuk harga telur ayam ras juga masih tinggi berkisar Rp56.000 sampai Rp62.000 per papan (30 butir).

Harga sayuran seperti wortel juga ikut mengalami kenaikan sebelumnya wortel dijual sekitar Rp15.000 per kg kini naik menjadi Rp20.000 per kg, terong ungu dijual Rp12.000 per kg sebelumnya hanya Rp10.000 perkilogram, dan kentang dijual Rp15.000 per kg sebelumnya Rp12.000 per kg.

Seorang pedagang di Pasar Dupa Kencana, Rika mengaku sampai saat ini harga cabai merah sudah kembali normal seperti sebelumnya lantaran stoknya yang cukup melimpah dari berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk cabai hijau dan rawit malah sebaliknya, kini stoknya sulit didapatkan sehingga harganya pun kembali meroket.

”Cabai merah, bawang sudah mulai normal karena stoknya banyak yang datang dari berbagai daerah, tapi cabai rawit hijau juga mulai naik karena permintaan yang banyak sejak akhir tahun lalu hingga kini stoknya masih berkurang makanya harganya juga ikutan naik,” ucapnya.(ayi)

Editor : Arif Oktafian
#cabe #pasar tradisional #Peningkatan Harga #riau #pekanbaru #telur