
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di Riau. Titik baru karhutla terdeteksi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Selasa (2/6). Tim gabungan juga langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, setelah menerima informasi, pihaknya segera menyiapkan regu pemadaman. “Selasa (2/6), muncul satu kebakaran di Rupat, Bengkalis. Kami menyiapkan regu,’’ ujarnya, Rabu (3/6).
‘’Satu tim Daops Siak sudah menyeberang ke Pulau Rupat menuju TKP. Kami juga menyiapkan tambahan pasukan dari Jambi sebanyak dua regu untuk bersiap menuju Rupat,” tambahnya.
Baca Juga: SF Hariyanto Luruskan soal Rumdis Kapolda
Selain penanganan di Rupat, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera juga masih menangani sejumlah titik karhutla di wilayah Riau lainnya “Wilayah Kandis, Siak sudah selesai. Tim Daops Pekanbaru yang lain sedang disiapkan untuk membantu di Rohil (Rokan Hilir), tepatnya di Bangko,” ungkap Ferdian.
Di Rohil, kebakaran di Rantau Bais juga masih menjadi fokus penanganan. Cuaca panas yang menyengat di lokasi membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api dan mencegah perluasan kebakaran ke lahan milik masyarakat.
“Kondisi di Rantau Bais panas menyengat. Dua tim Manggala Agni terus melakukan upaya penyekatan kebakaran mengingat di posisi samping terdapat tanaman akasia liar dan kebun sawit masyarakat,” kata Ferdian.
“Estimasi luas kebakaran saat ini sekitar 70 hektare. Untuk data yang lebih presisi nantinya akan dianalisis menggunakan citra satelit setelah seluruh proses pemadaman selesai dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, operasi pemadaman juga masih berlangsung di Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan. Personel Manggala Agni dari Daops Rengat terus melakukan penanganan untuk memastikan api tidak kembali meluas. “Wilayah Sokoi masih dilaksanakan pemadaman oleh tim Daops Manggala Agni Rengat,” jelasnya.
Pemadaman di sini menunjukkan tren terkendali. “Alhamdulillah, titik api karhutla di Desa Sokoitelah padam. Namun demikian, masih ada sedikit asap dari tunggul kayu dan lahan bekas terbakar,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan SPi MSi, Rabu (3/6).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




