Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riau Dikepung Kabut Asap 

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (23/8/2026). Kondisi ini membuat kualitas udara di Pekanbaru berstatus tidak sehat.(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Ahad (23/8/2026). Kondisi ini membuat kualitas udara di Pekanbaru berstatus tidak sehat.(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

Advertisement

Pekanbaru (RIAUPOS.CO) - Riau dikepung kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ahad (23/8). Sebagian besar wilayah Riau seper­ti Pekanbaru, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Siak, Kampar, dan Pelalawan diselimuti kabut asap. Bahkan, di Pekanbaru, kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru terlihat sejak pagi dan pada malam hari kian pekat. Hal ini membuat konsentrasi partikulat halus (PM2.5) terpantau berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 133,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Advertisement

Kondisi serupa juga terlihat dari pemantauan IQAir. Pada pukul 17.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru berada di angka 117 atau kategori tidak sehat. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 92,4 µg/m³.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Sebelumnya, pemantauan BMKG pada pukul 07.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 62,5 µg/m³. Sementara IQAir pada pukul 21.00 WIB mencatat PM2.5 sebesar 150,3 µg/m³ dengan AQI 226 yang menyatakan kualitas udara di Pekanbaru masuk kategori sangat tidak sehat.

Advertisement

Prakirawan BMKG Pekanbaru Yudhistira M menjelaskan, kondisi ini turut membuat jarak pandang di sejumlah daerah di Riau mengalami penurunan. Terpantau Pekanbaru jarak pandang hanya tersisa 2.5 kilometer (km). Di Rengat Indragiri Hulu, jarak pandang tersisa 5 km, Pelalawan 6 km, dan Tambang Kampar 9 km.

Kabut tipis juga menyelimuti sejumlah wilayah di kawasan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kemarin. Kondisi ini terlihat dari udara yang cenderung berkabut dan jarak pandang yang menurun dibandingkan biasanya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohil H Syafnurizal menjelaskan, kemarin. H Syafnurizal di Rohil memang sempat terjadi karhutla. Namun, sudah terkendali. “Di Rohil terdapat tiga titik panas di Pujud dan Tanah Putih,” ujarnya. “Memang terjadi karhutla namun saat ini sudah dapat dikendalikan. Dalam artian tidak begitu luas,” tambahnya.

Syafnurizal menjelaskan, kabut asap yang dirasakan masyarakat di Bagansiapiapi diperkirakan tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Rohil. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya karhutla di sejumlah wilayah lain di Sumatera. 

“Yang paling penting masyarakat tetap waspada. Jangan melakukan pembakaran lahan dan segera laporkan apabila melihat adanya kebakaran,” katanya. ‘’Kurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat. Penggunaan masker saat berada di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap,’’ tambahnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Tipis Selimuti Bagansiapiapi, BPBD Rohil Sebut Asap Kiriman

Kabut Asap Tipis Selimuti Bagansiapiapi, BPBD Rohil Sebut Asap Kiriman

Kabut asap tipis akibat karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di kawasan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Ahad siang ini

BPBD Kampar Imbau Warga Tak Terbangkan Drone di Area Operasi Waterbombing

BPBD Kampar Imbau Warga Tak Terbangkan Drone di Area Operasi Waterbombing

Helikopter water bombing turut dikerahkan dalam penanganan karhutla. Namun untuk keselamatan, BPBD meminta masyarakat tak menerbangkan drone

11 Hektare Lahan Terbakar di Desa Pagaruyung, BPBD Kampar Kerahkan Helikopter Water Bombing

11 Hektare Lahan Terbakar di Desa Pagaruyung, BPBD Kampar Kerahkan Helikopter Water Bombing

Penanganan Karhutla di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, kerahkan helikopter water bombing. Total ada 11 hektare lahan terbakar 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer