JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Proyek strategis milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memasuki babak baru. Pembangunan Hotel Riau yang berlokasi di kawasan Slipi, Jakarta, resmi dimulai hari ini oleh PT Pitaloka Parahyangan selaku pihak pengembang.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Ridho Adriansyah menyebut, pembangunan fisik Hotel Riau ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan pemanfaatan barang milik daerah sekaligus menambah sumber pendapatan daerah.
“PT Pitaloka Parahyangan hari ini telah memulai pembangunan fisik Hotel Riau, yang menjadi salah satu proyek strategis daerah dalam meningkatkan potensi pemanfaatan barang milik daerah dan meningkatkan pendapatan daerah,” kata Ridho Adriansyah di Jakarta, Senin (20/10).
Menurutnya, dimulainya pembangunan ini menandai babak baru setelah melewati proses panjang perencanaan dan perizinan yang sangat detail.
“Kegiatan pembangunan ini menandai babak baru setelah melalui proses perencanaan dan pengurusan perizinan yang cukup panjang dan detail. Seluruh proses administrasi seperti IMB, ANDAL, IPAL dan teknis lainnya telah dilakukan secara hati-hati agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan dapat memberi manfaat optimal bagi daerah,” jelasnya.
Ridho menambahkan, seluruh kewajiban administrasi dan finansial juga telah diselesaikan dengan baik oleh pihak pengembang.
“Seluruh kewajiban telah dituntaskan pihak pengembang termasuk pembayaran kontribusi tetap tahunan, retribusi pembangunan, serta penyelesaian seluruh perizinan yang diperlukan,” ujarnya.
Pembangunan ini ditargetkan rampung hingga tahap topping off dalam waktu satu tahun ke depan, sebelum kemudian dilanjutkan dengan proses penyelesaian akhir dan persiapan operasional. “Kita menargetkan dalam waktu satu tahun pembangunan sudah mencapai tahap topping off,” ungkapnya.
Diketahui, Hotel Riau sendiri telah diawali dengan peletakan batu (ground breaking) pertama oleh Pj Gubernur Riau Rahman Hadi pada 15 Agustus 2024 lalu. Hotel ini akan berstandar bintang tiga dengan ketinggian 12 lantai dan dibangun dengan sentuhan ornamen Melayu sebagai ciri khas budaya Riau.
Bangunan ini berdiri di atas lahan yang dulunya dikenal sebagai Mess Riau, dengan rencana pengembangan yang telah ada sejak tahun 2010. Proyek ini mengadopsi sistem Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), di mana pemerintah daerah melibatkan pihak ketiga untuk membangun dan mengelola aset dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan.(yus)
Editor : Rindra Yasin