Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BRI Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

Henny Elyati • Rabu, 13 Mei 2026 | 00:15 WIB
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK. (ISTIMEWA)
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK. (ISTIMEWA)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif, pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial. 

Selaras dengan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya melalui penyaluran kredit berorientasi pada keberlanjutan (sustainability), yang mencakup pembiayaan UMKM serta dukungan terhadap sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah. 

Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu RK mengungkapkan, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan identitas yang telah terintegrasi dalam model bisnis perseroan. Aspek keberlanjutan menjadi pilar utama penciptaan nilai jangka panjang, di mana pemberdayaan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan telah menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan BRI.

Baca Juga: BRI Dukung Ekonomi Kreatif Konser Letto “BRIMOment Ruang Rindu” 

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS) atau social loan senilai Rp718,8 triliun, yang setara dengan 53 persen dari total pinjaman BRI," ujar Viviana, Selasa (12/5/2026). 

Portofolio ini lanjut Vivian, difokuskan pada pembiayaan UMKM guna mengakselerasi inklusi keuangan dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, porsi kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) atau green loan tercatat sebesar Rp96,6 triliun atau setara 7,1 persen dari total pinjaman, yang disalurkan ke sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, serta berbagai sektor ramah lingkungan lainnya untuk mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon.

Optimalisasi pada sisi aset diimbangi dengan penguatan struktur liabilitas melalui pengembangan sustainable wholesale funding yang hingga akhir triwulan I 2026 mencapai Rp39,3 triliun, atau setara dengan 78,2 persen dari total wholesale funding BRI. 

Baca Juga: KNPI Riau Nilai Program Rekosistem Wako Agung Berpotensi Jadi Model Ekonomi Hijau di Sumatera

"Secara keseluruhan, pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan," tutur Viviana.

Editor : Rinaldi
#aspek keberlanjutan #bri #ekonomi rakyat #Ekonomi Hijau