RIAUPOS.CO – Michelle Ziudith akhirnya bermain di genre horor lewat Film Alas Roban setelah selama ini sukses menjalani berbagai peran di genre drama.
Perdana main film horor, Michelle Ziudith mengaku kapok. Dalam film Alas Roban yang disutradarai Hadrah Daeng Ratu, dia berperan sebagai Sita, seorang ibu tunggal yang anaknya mengalami gangguan mistis usai melewati hutan Alas Roban, Jawa Tengah.
Demi menyelamatkan nyawa sang anak, Sita harus melakukan ritual khusus untuk bisa tembus ke dimensi lain agar bisa menjemput putrinya untuk bisa kembali ke dunia. Dalam prosesnya, Sita dibantu saudara perempuannya Tika (Taskya Namya) dan Anto (Rio Dewanto).
Alas Roban merupakan proyek spesial Michelle sepanjang berkarir di dunia akting. ”Ini film yang aku sayangi karena akhirnya aku memberanikan diri terjun untuk icip sedikit ke ranah Taskia,” kata Michelle Ziudith.
Aktris berusia 30 tahun itu mengakui tidak memiliki nyali yang tinggi untuk berurusan dengan hal-hal gaib. Namun, Michelle mendobrak batas limit keberaniannya. Untuk saat ini, dia mengaku kapok membintangi film horor.
”Ternyata kapok. Saban hari aku ketakutan banget,” ujar Michelle Ziudith, lalu tertawa.
Alas Roban menjadi penanda debut karirnya di film horor karena memiliki jalan cerita yang tegas juga hangat. Meski dibalut dengan horor, film tersebut juga kental drama. Terutama perjuangan seorang ibu terhadap anaknya.
”Tidak ada plot hole-nya. Aku juga senang dengan hubungan ibu dan anak karena aku belum punya anak. Dan ternyata aku sejatuh cinta itu dengan anakku sendiri sampai rela mati untuknya,” jelas Michelle.
Kendati demikian, dia tidak menutup kemungkinan akan bermain film horor lagi ke depannya. Sebab, tak dipungkiri ada keseruan tersendiri yang dirasakan selama proses produksi film Alas Roban. Hanya saja untuk sekarang, Michelle butuh waktu untuk menetralisir ketakutannya.
”Semoga kalau ini udah nggak takut bisa ambil lagi, gas! Soalnya seru sih,” ucap Michelle.
Film Alas Roban dijadwalkan bakal tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 15 Januari 2026.***
Editor : M. Erizal