RENGAT (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru lakukan penandatanganan kesepakatan bersama (KSB) tentang kerja sama pembangunan dan pengembangan potensi daerah di Rengat, Kamis (23/7/2026).
KSB tersebut merupakan yang pertama dilakukan dengan tujuan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penerapan inovasi masing-masing daerah.
Penandatanganan KSB tersebut langsung oleh Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Bupati Inhu, H Hendrial mewakili Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto. Selain itu hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Zulfahmi Adrian serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing daerah. Selain itu, hadir juga Direktur Perusahaan Daerah (PD) Indragiri, Yogi Susilo dan Direktur PDAM Tirta Indra, Rubiyanto.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, usai penandatangan KSB akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) antar OPD di masing-masing daerah terutama tentang inovasi.
"Sejatinya inovasi baik itu tentang pendapatan, maupun strategi lainnya. Karena setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda. Tetapi hampir setiap daerah memiliki kesamaan di setiap kabupaten dan kota se Indonesia salah satunya adalah tentang besarnya harapan masyarakat,' ujar Agung Nugroho.
Sehingga dengan kondisi itu, perlu banyak belajar antar daerah terhadap berbagai program unggulan masing-masing. "Mana tau ada program yang betul-betul bisa tiru antar kedua daerah," ucap Agung.
Baca Juga: Kemenkum Riau Gelar Diseminasi Penjaringan Calon PBH Terakreditasi
Sementara itu, Agung mengatakan bahwa Kota Pekanbaru saat ini telah meraih PAD di atas angka yang biasa, yakni mencapai hampir Rp 500 Miliar. Hal itu menurut Agung, tentunya bisa menjadi masukan bagi Pemkab Inhu untuk bisa meningkatkan PAD.
"Begitu juga Pemko Pekanbaru perlu belajar juga dari Kabupaten Inhu untuk lebih meningkatkan PAD yang belum pernah kami lihat seperti tentang pertanian dan sektor lainnya," seutuhnya.
Wakil Bupati Inhu, H Hendrizal mengungkapkan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan dengan KSB yang tercipta antara dua daerah. "Banyak hal yang bisa kita buat, terutama kerjasama antara OPD, terutama dalam peningkatan PAD," ucap Hendrizal.
Baca Juga: Pemprov Riau Targetkan Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman
Memang sebutnya, PAD Inhu saat ini baru mencapai Rp 185 miliar. Sehingga melalui KSB tersebut dapat mendongkrak PAD tahun ke depannya. "Tentunya melalui KSB tersebut, ke depannya dapat meningkatkan PAD Inhu bisa mencapai Rp 200 miliar," harap Hendrizal. (kas)
Editor : M. Erizal