Assalamualaikum Bupati Inhu, sumber air bersih kami sudah beberapa hari terendam sehingga kotor dan tak layak dikonsumsi. Kami perlu air bersih.
08225381XXX
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga yang terdampak akibat banjir di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai mengeluh. Dimana saat ini warga terdampak banjir, butuh air bersih. Karena sumber air bersih warga seperti sumur, ikut terendam banjir.
“Sumber air bersih kami sudah beberapa hari terendam. Untuk membeli air galon di luar desa tidak mungkin, karena jalan terendam,” ujar Roni salah seorang warga Desa Pasir Keranji, Kecamatan Pasir Penyu, Rabu (10/1).
Memang sebutnya, selain air bersih warga juga butuh sembako untuk bertahan hidup. Namun yang paling utama untuk kebutuhan sehari-hari, lebih utama air bersih. Untuk itu harapnya, selain menyalurkan sembako hendaknya dilengkapi dengan air bersih. “Semoga dengan minimnya air bersih, hendaknya warga tidak mudah terserang penyakit,” harapnya.
Dalam pada itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhu, Elis Julinarti DCN Mkes membenarkan warga terdampak banjir, juga butuh penyaluran air bersih.
“Dua hari lalu, kami turun lapangan sambil mengecek fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) di beberapa tempat termasuk Desa Pasir Keranji,” ujar Elis Julinarti.
Saat turun lapangan, pihaknya juga melakukan pengobatan terhadap warga yang mulai terserang penyakit gatal-gatal. Dimana saat melakukan pengobatan itu, warga berharap adanya air bersih.
Sehingga dengan kondisi itu pihaknya menyalurkan air kemasan. “Warga bersyukur ketika kami dapat menyalurkan air kemasan dan kami berharap dapat bermanfaat,” harapnya.
Elis tetap mengimbau masyarakat yang terdampak banjir untuk memperhatikan pola makanan yang dikonsumsi. Karena selama terjadi banjir, kondisi tubuh tidak stabil dan mudah terserang penyakit.(kas)
Editor : RP Arif Oktafian