PERLIS (RIAUPOS.CO) - Diskusi Internasional Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) ke-37 bertajuk "Ukhuwah Serumpun dalam Bingkai Islam" sukses digelar pada Ahad (5/7/2026) di Perlis, Malaysia.
Forum strategis ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, akademisi, dan cendekiawan dari negara-negara serumpun untuk mempererat persaudaraan muslim di Asia Tenggara.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri 30 peserta lintas profesi, mulai dari dosen, mahasiswa, dai, peneliti, hingga pemerhati peradaban Islam dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kendati jumlah peserta terbatas, dinamika forum tetap hidup melalui pertukaran gagasan yang produktif.
Baca Juga: TPP Guru Rohul Mulai Dicairkan Dua Bulan, Ini Penjelasan Plt Kepala BPKAD Rohul
Empat narasumber lintas negara hadir memaparkan pemikiran mereka, yakni Ketua LPIP Prof Dr H Alaiddin Koto, Rektor UMAM Dr H Saidul Amin, H Usman Toktayong, MEd dari JISDA Thailand, dan sastrawan Muslim Singapura Hajjah Rohani Din. Jalannya diskusi ilmiah ini dipandu oleh Dosen Pascasarjana IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, Dr Dian Oka Putra, selaku moderator.
Para narasumber menegaskan bahwa ukhuwah serumpun tidak sekadar berpijak pada aspek geografis dan budaya, melainkan berakar kuat pada kesamaan akidah dan nilai Islam. Kesamaan bahasa Melayu dan sejarah panjang syiar Islam menjadi modal utama dalam memperkokoh kerja sama regional.
Selain persatuan umat, forum ini mengupas isu strategis seperti penguatan pendidikan Islam, dakwah moderat yang rahmatan lil 'alamin, pelestarian budaya Melayu-Islam, hingga kolaborasi antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. Peserta pun aktif merumuskan langkah konkret di bidang pendidikan, penelitian, literasi, dan sosial.
Baca Juga: Ditutup dengan Fun Run, Puncak Peringatan HUT ke-50 RSUD Arifin Achmad Penuh Kebahagiaan
Melalui semangat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini diproyeksikan menjadi tonggak perluasan jejaring kemitraan yang melahirkan program-program kolaboratif bagi kemajuan umat.
Pada pengujung acara, seluruh peserta berkomitmen menjaga komunikasi berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Muslim yang bersatu dan berilmu.
"Ukhuwah yang dibangun atas dasar iman, ilmu, dan saling menghormati akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan zaman serta mewujudkan kemajuan umat Islam di dunia Melayu," bunyi pernyataan bersama tim perumus di akhir forum. (muh)
Editor : M. Erizal