BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Kamis (30/4/2026), menyusul kelangkaan bahan bakar jenis Pertalite. Kondisi ini memaksa masyarakat beralih ke Pertamax (RON 92) meski harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkannya.
Salah seorang warga Irwanto, mengaku harus mengantre hingga hampir dua jam di SPBU Bangkinang Kota demi mendapatkan bahan bakar. Namun hingga saat ditemui, ia belum juga berhasil mengisi kendaraannya.
"Sudah hampir dua jam antre, tapi belum juga dapat. Kemarin juga sempat antre, tapi tidak kebagian," ujar Irwanto.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan, SPBU Tambah Pasokan Pertalite
Ia menuturkan, kondisi kelangkaan Pertalite ini cukup menyulitkan aktivitas sehari-harinya. Sebagai pedagang sayur keliling, BBM menjadi kebutuhan utama untuk menunjang pekerjaannya. "Biasanya isi Pertalite, tapi karena habis, terpaksa cari ke sini," katanya.
Menurutnya, selain waktu yang terbuang, antrean panjang juga membuat biaya operasionalnya meningkat karena harus beralih ke BBM dengan harga lebih tinggi.
Irwanto berharap pemerintah bersama pihak Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut agar tidak terus berlarut dan merugikan masyarakat kecil.
Baca Juga: Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Operator SPBU Ditangkap
"Harapan saya jangan sampai langka lagi, harus ada perbaikan. Soalnya ini untuk kebutuhan kerja juga, saya jualan sayur keliling pasar," pungkasnya.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular hingga keluar area SPBU sampai ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.
Manajer SPBU 14.284.622 Bangkinang Kota Yopi Arya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina sejak malam sebelumnya terkait penambahan suplai.
Baca Juga: Audiensi Bersama PLN, Pemasangan Kabel Bawah Laut di Kuala Kampar Ditargetkan Rampung Mei 2026
"Informasi dari Pertamina, kemungkinan hari ini akan masuk 32 kiloliter (KL) Pertalite atau sekitar 32 ribu liter (32 ton). Tapi sampai sekarang belum tiba di SPBU," ujar Yopi.
Menurutnya, tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk sementara waktu serta mengurangi antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Kalau hari ini masuk 32 KL, mudah-mudahan besok kondisi bisa kembali normal. Apalagi jika SPBU lain juga mendapat tambahan pasokan," tambahnya.
Baca Juga: Jemaah Haji Kampar Wafat di Madinah akibat Serangan Jantung, di Kubur Dipemakaman di Baqi
Sementara itu, stok BBM non-subsidi jenis Pertamax masih relatif aman. Pada malam sebelumnya, SPBU tersebut telah menerima pasokan sebanyak 16 KL dari Depot Teluk Kabung, Padang. "Untuk Pertamax masih tersedia, tapi justru sekarang antrean panjang juga terjadi di Pertamax," jelasnya.
Pihak SPBU mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti aturan pengisian yang berlaku. "Kami minta masyarakat tidak panik. Untuk kendaraan roda empat, pengisian menggunakan barcode atau QR code, sementara roda dua tidak," katanya.
Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada pembatasan berdasarkan jenis kendaraan. Namun, pembelian BBM bersubsidi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. "Kendaraan pribadi roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari. Sedangkan untuk kendaraan angkutan orang dan barang bisa hingga 80 liter," tutupnya.