SELATPANJANG(RIAUPOS.CO)-Menjelang puncak masa angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang memperketat kesiapsiagaan.
Dari ramp check armada hingga pendirian posko terpadu, seluruh langkah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang yang diprediksi naik lima persen dibanding hari normal.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T, mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh hari sebelum ini. Seperti menggelar rapat koordinasi pada 11 Desember 2025 lalu.
Rapat itu kata dia membahas kesiapan arus mudik dan balik, baik domestik maupun internasional, di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Pelabuhan Tanjung Harapan menjadi pintu utama pergerakan penumpang. Karena itu, seluruh potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal,” ujar Derita, Senin (22/12/2025).
Sebelum itu, KSOP Selatpanjang juga telah lebih dulu melakukan ramp check secara maraton terhadap seluruh kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerjanya. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Derita bersama Marine Inspector dan jajaran petugas KSOP, dengan melibatkan nakhoda serta anak buah kapal (ABK) dari masing-masing armada.
Ramp check dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan kondisi fisik kapal, sistem navigasi, mesin, hingga kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan peralatan darurat. Tak hanya aspek teknis, kecakapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat juga menjadi fokus utama pemeriksaan.
“Hasil ramp check menunjukkan seluruh kapal yang diperiksa memenuhi standar keselamatan dan dinyatakan layak laut. Armada ini siap melayani masyarakat selama masa angkutan Nataru,” tegas Derita.
Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, posko angkutan laut Nataru resmi didirikan pada 18 Desember 2025 di Pelabuhan Tanjung Harapan. Posko ini akan menjadi pusat pemantauan pergerakan penumpang, operasional kapal, serta koordinasi lintas instansi selama periode angkutan Nataru.
Derita menyebutkan, selama periode 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 mendatang, KSOP Selatpanjang memprediksi kenaikan jumlah penumpang sekitar 5 persen dibanding hari normal.
Angka tersebut relatif sama dengan kenaikan yang terjadi pada Nataru tahun sebelumnya dan tidak termasuk dalam lonjakan arus mudik besar seperti Idulfitri maupun Imlek.
“Meski kenaikannya tidak ekstrem, kami tetap mengantisipasi lonjakan dengan kesiapan maksimal. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pelayaran, KSOP Selatpanjang menyiapkan 46 armada yang siap beroperasi melayani mobilitas masyarakat selama masa Nataru. Pengawasan intensif akan terus dilakukan guna memastikan seluruh operasional pelayaran berjalan tertib dan sesuai standar keselamatan.
“Kami ingin memastikan arus penumpang Natal dan Tahun Baru berjalan lancar, tertib, dan yang paling utama aman,” tutup Derita.(wir)